Felicette, Kucing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa - Kompas.com

Felicette, Kucing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa

Kompas.com - 18/10/2018, 15:47 WIB
Perangko bergambar Felicette dan Roket Peluncur  Veronique AG1kickstarter Perangko bergambar Felicette dan Roket Peluncur Veronique AG1

KOMPAS.com - Persaingan dalam misi antariksa antara Uni Soviet (kini Rusia) dengan Amerika Serikat pada 1960-an memang menarik dibahas. Kedua negara selalu balapan menggelar misi antariksa yang juga dikenal dengan nama "Space Race".

Selain wahana antariksa, AS dan Uni Soviet saling berlomba untuk meluncurkan makhluk hidup ke angkasa.

Para ilmuwan menggunakan hewan sebagai obyek uji coba apakah kondisi tanpa gravitasi akan berdampak kepada manusia saat berada di luar angkasa. Jika hewan bisa bertahan hidup dalam kondisi itu, manusia dipastikan bisa juga bertahan.

Keberhasilan mengantarkan hewan ke luar angkasa, membuat AS dan Uni Soviet kemudian berlomba mengantarkan manusia menuju ke luar angkasa.


Meski begitu, bukan hanya Amerika Serikat dan Uni Soviet yang mempunyai misi luar angkasa. Perancis pun memiliki proyek luar angkasa.

Bahkan, Perancis tercatat sebagai negara yang mengantarkan kucing ke luar angkasa untuk kali pertama.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: AS Sukses Kirim Monyet ke Antariksa

Dilansir dari Gizmodo, pada 18 Oktober 1963 Centre National D'études Spatiales (CNES) yang merupakan badan ruang angkasa milik Perancis, meluncurkan kucing betina bernama Felicette.

Uniknya, ketika hari peluncuran, kucing jantan bernama Felix, yang sebelumnya dipersiapkan untuk diterbangkan, menghilang. Felicette pun dipilih untuk menggantikan Felix.

Felicette ini ditemukan di jalanan Kota Paris. Pertimbangan yang dijadikan peneliti memilih kucing ini karena punya sikap yang tenang dan badan yang sesuai.

Sebenarnya, ada banyak cerita mengenai pemilihan kucing ini. Dalam beberapa catatan, peneliti sebenarnya menyiapkan 14 ekor kucing yang akan digunakan untuk misi ini. Namun, karena Felicette yang memiliki kriteria yang standar, akhirnya dia yang dipilih.

Felicettekickstarter Felicette
Dengan menggunakan pesawat yang didorong roket Veronique AG1, Felicette meluncur menuju angkasa. Peluncuran dilakukan dari sebuah fasilitas di Aljazair. Kucing berwarna hitam putih ini pun menjelajah 209 kilometer di atas bumi.

Felicette berada di atas Gurun Sahara. Dia hanya 15 menit di angkasa, namun menjadi pahlawan bagi Perancis. Kucing ini mendarat dengan selamat.

Setelah mendarat, kelompok ilmuwan Perancis yang tergabung dalam Center of Aviation and Medical Research (CERMA) mempelajari perubahan Felicette sebelum dan setelah peluncurannya ke angkasa.

Baca juga: Pertama Kali, Astronot dan Robot "Ngobrol" di Antariksa

Laporan menunjukkan bahwa Félicette kembali ke laboratorium program luar angkasa Perancis selama dua atau tiga bulan, untuk penelitian lebih lanjut. Namun, hasilnya belum pernah dipublikasikan secara jelas.

Cerita mengenai Felicette yang terbang ke angkasa menjadi sebuah catatan tersendiri. Setelah penerbangan itu, lembaga antariksa Eropa dan AS telah menghentikan pengiriman kucing, anjing, dan primata ke ruang angkasa bukan hanya karena tidak etis, tetapi juga karena metode penelitian yang lebih relevan.

Untuk menghormati pencapaian itu, akhirnya dicetak kartu pos dengan gambar Félicette dengan ucapan terima kasih. Selain itu, juga dibuat tas jinjing dengan menampilkan ilustrasi Félicette.

.

.

.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan
Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Regional

Close Ads X