Hari Ini dalam Sejarah: NASA Resmi Beroperasi - Kompas.com

Hari Ini dalam Sejarah: NASA Resmi Beroperasi

Kompas.com - 01/10/2018, 14:15 WIB
NASAnasa.gov NASA

KOMPAS.com - Hari ini 60 tahun yang lalu, tepatnya pada 1 Oktober 1958, Badan Penerbangan dan Antariksa milik Pemerintah Amerika Serikat mulai beroperasi.

Badan yang bernama NASA (National Aeronautics and Space Administration) memulai debutnya untuk memulai penelitian luar angkasa.

Sebagai inisiator, Presiden AS Dwight D Eisenhower menginginkan sebuah orientasi kepada sipil dalam pengembangan teknologi dan aplikasi ilmu ruang angkasa. Presiden menekankan ini tanpa adanya sentuhan dari pihak militer.

Sampai saat ini, penelitian NASA telah membuat kemajuan besar dalam penerbangan, membantu mengembangkan industri ruang angkasa komersial.

Proyek Awal

Sebuah satelit pertama buatan Soviet (Sputnik 1) mampu menjadi perhatian dunia. Kesuksesan itu membuat negara pesaingnya, Amerika Serikat, berusaha untuk mengembangkan misi untuk mengembangkan roket dan luar angkasa.

Dilansir dari situs NASA, pada 12 Januari 1958, Kongres AS mendesak untuk segera bisa merealisasikan rencana itu. Presiden Eisenhower akhirnya menyetujui rencana tersebut dengan menujuk NACA ( National Advisory Committee for Aeronautics) untuk mengembangkan riset luar angkasa.

Lembaga ini akan melakukan kegiatannya terbebas dari sentuhan militer dan fokus kepada orang sipil.

Seorang insinyur senior NASA berkata orang pertama yang menginjakkan kaki di Mars harus seorang wanita Seorang insinyur senior NASA berkata orang pertama yang menginjakkan kaki di Mars harus seorang wanita
Pada 29 Juli 1958, Eisenhower menandatangani berdirinya National Aeronautics and Space Act (NASA) yang merupakan lembaga independent.

NACA yang sebelumnya diberikan kewenangan untuk mengelola proyek itu akhirnya bergabung dalam NASA baik itu anggaran, karyawan dan laboratorium sebelumnya yang telah dikembangkan.

Mulai mengembangkan misi

Pada 1 Oktober 1958, NASA mulai mengembangkan proyeknya dan mulai beroperasi. Program pertama NASA adalah Proyek Mercury, sebuah upaya untuk mengetahui apakah manusia dapat bertahan hidup di luar angkasa.

Kemudian dilanjutkan dengan Proyek Gemini dari tahun 1961 sampai 1966. Proyek ini menggunakan pesawat luar angkasa yang dibangun untuk dua astronot untuk menyempurnakan kemampuan yang dibutuhkan untuk tujuan nasional dari perjalanan manusia ke bulan pada akhir 1960-an.

NASA juga mengembangkan proyek Apollo dari tahun 1961 sampai 1972. Mereka berhasil mendaratkan astronot di bulan pada 1969 dengan Apollo 11.

Program diteruskan hingga awal 1970-an untuk melakukan eksplorasi ilmiah di bulan, dengan total enam pendaratan sukses.

Pada 1981, NASA kembali mengembangkan program lanjutannya, Skylab. Proyek ini merupakan stasiun ruang angkasa pertama dan satu-satunya yang dibangun secara independen di Amerika Serikat. Skylab berisi ruang kerja, observatorium surya, dan sistem lainnya.

Untuk menghemat biaya, NASA menggunakan salah satu roket Saturn V yang awalnya dialokasikan untuk misi Apollo yang dibatalkan untuk meluncurkan Skylab ini. Proyek ini mengorbit dari 1973 sampai 1979.

Selain proyek-proyeknya, NASA juga mengembangkan pusat peluncuran roketnya dan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu kelompok maupun badan antariksa dunia untuk mengembangkan ilmu luar angkasanya.

NASA Kini

Sampai akhinya NASA telah melakukan banyak program penerbangan berawak dan tak berawak sepanjang sejarahnya.

Program tak berawak meluncurkan satelit buatan Amerika pertama ke orbit Bumi untuk tujuan ilmiah dan komunikasi, dan mengirim program ilmiah untuk menjelajahi planet tata surya, dimulai dengan Venus dan Mars, dan termasuk beebrapa planet lainnya.

Pekerjaan awal NASA pada peluncuran pesawat, satelit komunikasi, dan satelit cuaca telah mengubah kehidupan sehari-hari secara fundamental dan menciptakan industri baru.

NASA juga telah mengubah bagaimana dan mengapa manusia bisa melakukan eksplorasi ruang angkasa serta mulai memahami alam semesta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X