Kompas.com - 26/09/2018, 16:07 WIB

Pesawat ini berbadan aluminium dengan panjang dari kepala sampai ekor 38,92 meter dan tingginya 11,07 meter. Selain itu, pesawat ini mempunyai lebar sayap 41.62 meter. Pesawat ini bermesin Kolesov RD-36-51 dan Soloviev D-30.

Dalam satu pesawat bisa untuk menampung delapan awak, termasuk pilot, kopilot, operator radio, insinyur penerbangan, navigator, dan tiga pengamat. Namun, akhirnya pesawat amfibi tidak pernah diproduksi massal karena kejatuhan Uni Soviet.

Pengembangan ulang

Ketika perkembangan teknologi semakin maju, berdampak pada keinginan untuk merevitalisasi pesawat amfibi terbesar tersebut. Rusia akhirnya mulai "membangun kembali" kegagahan A-40 Albatross.

Pesawat dipersenjatai dengan amunisi 6,5 ton dan sistem pengawasan yang lebih canggih. Kemudian, pesawat ini untuk memenuhi kebutuhan aviasi Angkatan Laut Rusia akan kekuatan udara yang mampu berpatroli di pesisir dan mendeteksi dan menghancurkan kapal selam musuh.

Pesawat berbobot 90 ton ini akan dilengkapi dengan dua mesin D-30 yang kuat, yang akan memungkinkannya membawa 6,5 ton amunisi antikapal selam. Padahal, pendahulunya hanya dapat membawa 1,5 ton

Tidak hanya itu, ia dapat dilengkapi dengan semua jenis persenjataan berbasis laut, termasuk torpedo berpandu Orlan (Sea Eagle) yang mampu menarget kapal selam dan kapal permukaan, misil antikapal selam, bom laut, ranjau, pelampung akustik, dan peralatan pengintaian radio khusus.

A-40 Albatross juga cocok untuk operasi pencarian dan penyelamatan dengan jarak beberapa kilometer dari pantai. Pesawat tersebut sangat mampu berlayar sehingga bisa mendarat dan terbang di air dengan ketinggian gelombang sampai 2 meter.

Saat tahap desain, para perancangnya menggagas instalasi sistem pengisian bahan bakar udara, yang secara signifikan memperluas jarak jangkau pesawat.

Meski Albatross tidak secara resmi ditetapkan pesawat sebagai jarak jauh, pesawat dilengkapi dengan toilet, lemari pakaian, dan bahkan kompartemen untuk tidur.

...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.