Kompas.com - 19/09/2018, 11:03 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Hubungan dua negara di Semenanjung Korea semakin mencair dengan kehadiran Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang, Korea Utara.

Tiba di bandara Pyongyang pada Selasa lalu, Moon disambut oleh Kim Jong Un dengan pelukan hangat. Keduanya berharap menghasilkan sesuatu yang besar dalam pertemuan kali ini.

Selanjutnya, dia mengundang Kim untuk menginjakkan kaki di ibu kota Korea Selatan.

Baca juga: Bertemu Presiden Korsel, Kim Jong Un Berharap Adanya Hasil Besar

Presiden Moon menyatakan jika tak ada halangan, Kim Jong Un bersedia mengunjungi Seoul sebelum akhir tahun ini.

Jika itu benar-benar terealisasi, maka bakal menjadi kunjungan pertama kali dalam sejarah seorang pemimpin Korea Utara ke Seoul.

"Kunjungan akan berfungsi sebagai titik balik dalam hubungan Selatan-Utara," katanya, seperti diwartakan Yonhap News, Rabu (19/9/2018).

Channel News Asia mengabarkan, kedua pemimpin saat ini sedang mengadakan pembicaraan untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang macet terkait program nuklir Korea Utara dan hubungan bilateral.

Pembicaraan empat mata yang dimulai pukul 10.00 waktu setempat itu akan diikuti pernyataan bersama dan konferensi pers.

"Sulit untuk mengatakan kesepakatan telah dicapai dan kami mengharapkan pembahasan lanjutan," kata sekretaris pers Moon, Yoon Young-chan.

Baca juga: Tiba di Pyongyang, Presiden Korsel Disambut Pelukan Kim Jong Un

Konferensi bersama yang akan digelar bakal menjadi petunjuk mengenai negosiasi Korea Utara dan AS terkait perlucutan program senjata nuklir.

Sebelumnya, Kim menyurati Trump agar menggelar kembali pertemuan kedua mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauret mengatakan, pemerintah AS berharap pertemuan bilateral dua negara Korea kali ini akan membawa kemajuan arti dalam denuklirisasi Korea Utara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X