Najib Razak Minta Polisi Kembalikan Rp 417 Miliar yang Disita Mei Lalu

Kompas.com - 10/09/2018, 10:30 WIB
Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak. AFP/ROSLAN RAHMANMantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menginginkan agar polisi mengembalikan uang senilai 116,7 juta ringgit atau Rp 417,6 miliar yang disita pada Mei lalu.

Straits Times mewartakan pada Senin (10/9/2018), Najib menyatakan selama tiga bulan terakhir ini tidak ada langkah yang diambil oleh pihak berwenang terkait uang yang sudah disita.

Sesuai dengan hukum yang berlaku, uang tersebut harus dikembalikan. Dia mengklaim, dana itu sebagian besar dimiliki oleh partai politik Umno, yang dia pimpin sebelum lengser karena kalah dalam pemilihan umum.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Didakwa Pasal Pencucian Uang

"Saya telah mengomentari masalah ini beberapa kali di media lokal, tapi saya memilih untuk menjelaskan lebih rinci karena polisi masih bersikeras untuk tidak mengembalikan uang tersebut," tulis Najib di halaman Facebook-nya.

Uang itu merupakan sebagian dari uang tunai, perhiasan, jam tangan, dan tas mewah dengan total keseluruhan hingga 1,1 miliar ringgit atau Rp 3,9 triliun.

Barang-barang mewah dan uang tunai disita dalam penggeledahan polisi di kediaman Najib terkait investigasi skandal korupsi perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Najib saat ini menghadapi tuduhan pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang senilai 42 juta ringgit atau Rp 150,4 miliar.

Uang tersebut diduga ditransfer ke rekeningnya dari SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB.

Najib menjelaskan, praktik semacam itu merupakan hal normal bagi presiden partai Umno untuk menangani sumbangan dan aset partai, termasuk mentransfer dan melakukan pembayaran selama pemilu.

"Polisi menggerebek apartemen dan menyita uang itu, bahkan sebelum kami dapat memutuskan bagaimana mengelola uang tersebut sambil menunggu siapa yang menjadi presiden partai yang baru," kata Najib.

Baca juga: Dari Perdana Menteri, Kini Najib Razak Jadi Anggota Parlemen Malaysia

Pada Juni lalu, polisi mengumumkan dari sejumlah aset yang disita dari Najib, ada uang tunai senilai 116,7 juta ringgit dalam bentuk 26 mata uang negara.

Dalam unggahannya di Facebook kemarin, Najib menyatakan uang tersebut sebagian besar dalam bentuk ringgit. Sementara, hanya sebagian kecil uang tunai dalam mata uang asing.

Menurut dia, siapa pun yang sering bepergian ke luar negeri untuk bekerja dan liburan pasti memiliki mata uang asing yang tidak terpakai di rumah mereka.

"Tidak ada bedanya bagi saya dan keluarga saya," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.