Kompas.com - 08/08/2018, 11:42 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali menghadiri sidang berkaitan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Channel News Asia memberitakan Rabu (8/8/2018), Najib tiga dakwaan pasal pencucian uang sebesar 42 juta ringgit, sekitar Rp 148,7 miliar.

Uang tersebut berasal dari SRC International, anak usaha 1MDB, dan dilaporkan ditransfer ke rekening pribadi Najib.

Baca juga: Intelijen Malaysia Minta Bantuan CIA Menangkan Najib di Pemilu

Rinciannya, terdapat dua kali aktivitas transaksi dengan total 32 juta ringgit, atau Rp 113,3 miliar, pada 26 Desember 2014.

Kemudian pada 10 Februari 2015, terdapat transaksi sebesar 10 juta ringgit, atau sekitar Rp 35,4 miliar.

Sebelum hadir di sidang, Najib memenuhi panggilan Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (7/8/2018), dan ditanyai sekitar 45 menit.

Jika terbukti, mantan PM berusia 64 tahun tersebut terancam mendekam di penjara hingga 15 tahun dan menerima denda.

Setelah dakwaan dibacakan Hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali, Najib langsung menyatakan tidak bersalah dan mengajukan sidang.

Ini adalah sidang kedua yang dihadiri Najib setelah pada 4 Juli lalu dia juga mendapat dakwaan pelanggaran kepercayaan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Diwartakan BBC, penyelidikan akan Najib dimulai setelah dia dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam Pemilu Malaysia 9 Mei lalu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.