Kompas.com - 16/08/2018, 10:50 WIB
Nelayan Palestina bernama Mouad Abu Zeid (kanan) dan rekan-rekannya membawa perahu yang terbuat dari 700 botol plastik kosong di sebuah pantai di Rafah di Jalur Gaza selatan, Selasa (14/8/2018). (AFP/Said Khatib) Nelayan Palestina bernama Mouad Abu Zeid (kanan) dan rekan-rekannya membawa perahu yang terbuat dari 700 botol plastik kosong di sebuah pantai di Rafah di Jalur Gaza selatan, Selasa (14/8/2018). (AFP/Said Khatib)

GAZA CITY, KOMPAS.com - Konflik yang terus berlangsung mengharuskan penduduk Gaza untuk tetap mencari penghasilan melalui berbagai cara kreatif.

Seperti yang dilakukan oleh seorang nelayan bernama Muath Abu Zeid. Dia mengumpulkan ribuan botol plastik kosong dari tepi laut di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. Abu Zeid mengubah sampah-sampah itu menjadi perahu yang mengapung.

Ayah dari empat anak ini menggunakan lem dan jaring tua untuk mengikat botol menjadi perahu kecil. Dia berharap perahu tersebut membantunya mencari nafkah bagi keluarga.

Sederhana tapi efektif, begitulah gambaran dari perahu yang tersusun dari 700 botol plastik dan dapat mengangkut sekitar 8 orang melaut.

Baca juga: Balas 150 Roket Hamas, Israel Gempur 140 Tempat di Gaza

Lempengan kayu lebar diletakkan di atas perahu sebagai tempat duduk. Dengan begitu, Abu Zeid dapat mendayung beberapa ratus meter dari pantai menuju laut.

Butuh sekitar 8 jam baginya untuk mendapat sekitar 5-11 kg ikan sarde, ikan belanak, dan ikat kecil lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menjual tangkapannya kepada orang-orang yang melintasi daerah sekitar. Dari hasil melaut, dia dapat mengumpulkan uang antara 20-40 shekel (Rp 79.000-Rp 158.000) per hari.

Saat mencari ikan di laut, Abu Zeid ditemani dua saudara laki-lakinya, Muath Mohammed (23) dan Ashraf (20). Keduanya terpaksa melaut karena tidak menemukan pekerjaan di tempat lain.

"Saya seorang pelukis rumahan, tapi situasi yang sulit membuat saya menganggur," kata Muath, kepada AFP.

Dia merupakan keturunan pengungsi dari sebuah desa dekat Jaffa di Israel.

"Jadi perahu ini telah menjadi penyelamat bagi saya dan keluarga saya," ucapnya.

Muath terinspirasi membuat perahu botol plastik dari YouTube, sekaligus untuk melestarikan lingkungan. Dia berharap dapat membeli jaring ikan secepatnya.

"Supaya saya dapat menjaring lebih banyak ikan, menjualnya, dan menjalani kehidupan yang layak," ujarnya.

Baca juga: Otoritas Israel Larang Warga Gaza Kunjungi Tahanan Palestina

Di bawah blokade Israel selama lebih dari satu dekade, pengangguran di Gaza tercatat mencapai 44 persen. Pengangguran muda di wilayah itu pada 2017 menyentuh 60 persen.

Banyak orang di Gaza bergantung pada penangkapan ikan untuk mencari nafkah.

Wilayah laut yang berbatasan dengan Mesir membuat mereka was-was, namun banyak ikan di sepanjang perbatasan yang siap menunggu untuk ditangkap.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.