Kompas.com - 31/07/2018, 16:15 WIB
Ilustrasi tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi tahanan.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Otoritas Israel mengumumkan pada Senin (30/7/2018), menghentikan sementara semua bentuk kunjungan keluarga dari Gaza untuk tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Larangan kunjungan tersebut berlaku mulai awal pekan ini hingga waktu yang belum ditentukan.

Melansir Middle East Monitor, Abd Al-Nasser Farawneh, Kepala Komite Urusan Tahanan di Jalur Gaza mengatakan, otoritas Israel telah menginformasikan kepada Kementerian Tahanan terkait keputusan tersebut.

Disampaikan Farawneh, keputusan pelarangan kunjungan tersebut dikarenakan alasan teknis yang mendesak.

Baca juga: 450 Tahanan Palestina Boikot Persidangan Israel

Selama ini, Komite Internasional Palang Merah bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan dengan otoritas Israel dalam mengatur kunjungan keluarga tahanan Palestina.

Warga Palestina menghadapi kesulitan dalam memperoleh izin dari pasukan pendudukan untuk mengunjungi anggota keluarga mereka yang ditahan dan harus melakukan perjalanan panjang sebelum dapat bertemu dengan orang yang mereka cintai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka juga menjalani pemeriksaan serta mengantre ketika melintasi pos-pos pemeriksaan Israel dan juga di penjara.

Menurut Konvensi Jenewa Keempat pada 1949, warga Palestina berhak mengunjungi keluarga mereka yang ditahan di penjara Israel.

Dalam konvensi tersebut juga diatur kunjungan itu dapat dibatasi untuk alasan keamanan berdasarkan kasus per kasus, tetapi tidak pernah untuk tujuan hukuman atau pendisiplinan yang ketat.

Sebelumnya pada Januari lalu, organisasi masyarakat B'Tselem sempat melaporkan adanya pemaksaan pembatasan berat kepada keluarga Palestina yang ingin mengunjungi kerabat mereka yang ditahan di penjara Israel.

Menurut B'Tselem selama bertahun-tahun Israel telah memberlakukan hambatan besar pada keluarga narapidana dari Gaza, seperti melarang semua kunjungan pada 2007 dan baru mengembalikannya pada 2012.

Baca juga: Cuma 10 Menit Tahanan Palestina Ini Boleh Bertemu Anaknya yang Sekarat

Awalnya, hanya kunjungan oleh orangtua dan pasangan yang dipulihkan, namun kini Israel telah mengizinkan kunjungan oleh anak-anak hingga usia 16 tahun.

Kunjungan dibatasi antara 45 hingga 60 menit dengan adanya sekat kaca yang memisahkan tahanan dengan pengunjungnya dan pembicaraan dilakukan melalui telepon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.