Kompas.com - 11/06/2018, 21:56 WIB
Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung berfoto ketika berjalan-jalan Senin (11/6/2018). Facebook/Vivian BalakrishnanDari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung berfoto ketika berjalan-jalan Senin (11/6/2018).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memilih mengeksplorasi Singapura jelang bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump besok (12/6/2018).

Dilansir Channel News Asia Senin (11/6/2018), Kim jalan-jalan di Flower Dome Gardens by the Bay bersama seluruh rombongannya.

Dia ditemani Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung. Kim terlihat tersenyum ketika berbicara dengan Balakrishnan.

Baca juga: Pertama Kali, Media Korut Wartakan Langsung Kegiatan Kim Jong Un

Menteri berusia 57 tahun kemudian mengambil foto bertiga dengan Kim dan Ong, dan mengunggahnya di akun Twitter resminya.

"Jalan-jalan. Tebak di mana?" kata Balakrishnan di dalam keterangan gambar. Setelah itu, Kim berada di Marina Bay Sands, dan dilaporkan hendak menuju SkyPark.

Balakrishnan mengklaim, menjadi tuan rumah pertemuan Trump dan Kim merupakan operasi pengamanan terbesar yang pernah ditangani Singapura.

Klaim tersebut didasarkan pada besarnya perhatian dunia terhadap dua pemimpin ini berkaitan dengan senjata nuklir yang dipunyai Korut.

Dalam wawancaranya dengan BBC, dia menyatakan Singapura telah memperhitungkan adanya aksi terorisme yang bisa terjadi.

"Karena itu, kami mengerahkan semua militer, polisi, agen rahasia, semua yang kami punya dikerahkan dan ditempatkan," kata Balakrishnan.

Dia melanjutkan dengan percaya diri, pertemuan yang bakal digelar di Hotel Capella, Pulau Sentosa, itu bakal memberi hasil positif.

Isu utama yang bakal dibahas dalam perundingan tersebut adalah desakan AS agar Korut bersedia melucuti senjata nuklir dan rudal balistik yang dipunyai.

"Dia berkata bahwa saat ini, yang dia pikirkan adalah mengembangkan ekononomi negaranya. Setelah mengunjungi Pyongyang secara langsung, saya rasa Korut adalah negara yang disiplin," tuturnya.

Baca juga: Membandingkan Selera Makan Donald Trump dan Kim Jong Un



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X