Kompas.com - 04/06/2018, 23:42 WIB
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano. AFP / NEZAR BALOUTDirektur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pengawas Nuklir PBB mengaku siap untuk melakukan inspeksi ke Korea Utara dalam beberapa pekan ke depan jika kesepakatan tercapai dalam pertemuan tingkat tinggi AS dengan Korut di Singapura, 12 Juli mendatang.

"Kami dapat melakukan persiapan untuk verifikasi dalam waktu singkat, bukan bulan namun beberapa minggu,"kata Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano kepada wartawan, Senin (4/6/2018).

Pernyataan Amano tersebut menyusul persiapan pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang terus dilakukan.

"Kami terus melakukan kontak dengan para pemangku kepentingan dan telah melakukan sejumlah kesepakatan tentang masalah ini."

Baca juga: PBB Desak AS dan Korea Utara Tetap Lanjutkan Dialog Denuklirisasi

"Sangat jelas bahwa jika ada pihak, maupun organisasi yang dapat melakukan verifikasi maka itu hanya kami," lanjut Amano dikutip AFP.

Dia menambahkan, sulit untuk memprediksi ukuran dari setiap operasi pemeriksaan yang dimungkinkan, namun pihaknya memastikan akan dapat mengerahkan sebanyak mungkin staf yang dibutuhkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 2009 silam, Pyongyang telah mengusir paksa para pemeriksa IAEA dari sebuah situs nuklir Korea Utara di Yongbyon.

Sejak saat itu, Korea Utara telah menolak mengizinkan petugas IAEA melakukan inspeksi di wilayahnya.

Namun pertemuan tingkat tinggi yang akan dilangsungkan antara pemimpin AS dan Korea Utara di Singapura mendatang, diharapkan dapat menjadi titik balik permasalahan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Diharapkan dalam pertemuan bersejarah yang baru pertama kali dilangsungkan antara pemimpin kedua negara tersebut, akan dapat dicapai kesepakatan yang positif demi tercapainya denuklirisasi.

Baca juga: PBB Diminta Verifikasi Rencana Penutupan Lokasi Uji Coba Nuklir Korut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.