Australia Bantah Spekulasi Pilot MH370 Sengaja Jatuhkan Pesawat

Kompas.com - 24/05/2018, 11:28 WIB
Lilin dinyalakan saat acara doa bersama kepada korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, di Petaling Jaya, Malaysia, 8 Maret 2016. AFP PHOTO / MOHD RASFANLilin dinyalakan saat acara doa bersama kepada korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, di Petaling Jaya, Malaysia, 8 Maret 2016.

CANBERRA, KOMPAS.com - Badan keselamatan transportasi udara Australia (ATSB) membantah spekulasi yang menyebutkan pilot pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 sengaja menjatuhkan pesawat ke laut pada Maret 2014.

Direktur pencarian ATSB, Peter Foley, mengatakan berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan pesawat MH370 bukan sengaja dijatuhkan oleh pilot.

"Kami mengkaji secara objektif data yang kami diperoleh. Dari data yang ada, jika pada saat-saat terakhir pesawat itu masih dalam kendali (pilot), maka kendali itu tidak bisa dilakukan sepenuhnya (oleh pilot)," kata Foley kepada para anggota parlemen Australia, Selasa (22/5/2018).

Baca juga: Menteri Malaysia: Pencarian Pesawat MH370 Bakal Dihentikan 29 Mei

Spekulasi pilot MH370 dalam keadaan sadar dan sengaja menjatuhkan pesawat diungkapkan oleh mantan penyelidik kecelakaan udara Kanada, Larry Vance.

Dalam bukunya, Vance menyatakan penyelidikan yang dilakukan ATSB cacat dan kesimpulan tentang saat-saat terakhir pesawat MH370 adalah keliru.

" Pilot sengaja bunuh diri, sayangnya semua orang yang ada di pesawat ikut mati. Dia sengaja menjatuhkan pesawat," katanya saat tampil di stasiun televisi Australia.

Pernyataan Vance ini berbeda dengan kesimpulan penyelidikan ATSB yang mengatakan pilot dalam keadaan tidak sadar pada saat-saat terakhir penerbangan MH370, sehingga menyebabkan pesawat jatuh ke Samudera Hindia bagian selatan.

Masih jadi misteri

Pesawat MH370 yang mengangkut 239 penumpang dan awak itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.

Tiga negara terlibat dalam pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan dunia, yaitu Malaysia, China, dan Australia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X