China Tampilkan Wajah Para Penunggak Utang Bank di Layar Bioskop - Kompas.com

China Tampilkan Wajah Para Penunggak Utang Bank di Layar Bioskop

Kompas.com - 18/05/2018, 18:58 WIB
Wajah para pengutang dipajang di layar sebuah bioskop di Sichuan, China.Hejiang County Court Wajah para pengutang dipajang di layar sebuah bioskop di Sichuan, China.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China memiliki cara khusus untuk mempermalukan para penunggak utang di negeri itu.

Salah satunya adalah menampilkan wajah para pengemplang utang tersebut di layar bioskop sebelum sebuah film diputar.

Salah satu yang menayangkan wajah para pengemplang utang itu adalah kota Sichuan, provinsi Hejiang, pada awal pekan ini.

Di layar bioskop terpampang 26 foto para penunggak utang yang ditampilkan layaknya sebuah "trailer" film.


Baca juga: China Gunakan Media Sosial untuk Permalukan Penunggak Utang

Dan, wajah para penunggak utang ini dipampang lebih dari 30 kali sehari di bioskop Chuanyuan, Sichuan.

"Kami berhasil membawa para penunggak utang ini ke layar lebar!" demikian tulisan yang mendampingi foto ke-26 orang itu.

Video sepanjang 50 detik itu menampilkan seorang narator animasi yang menjelaskan tentang para pengutang itu kepada penonton bioskop.

"Saudara-saudara lihatlah para 'laolais' ini. Mereka meminjam uang dari bank tetapi tak mau mengembalikannya," kata sang narator menggunakan istilah hinaan untuk para pengutang dalam bahasa setempat.

"Sungguh memalukan!" lanjut si narator.

Video itu kemudian dilanjutkan dengan memperlihatkan foto lengkap bersama nama pada pengemplang utang itu.

"Bayarlah utang kalian dan pengadilan akan menguarkan nama kalian dari daftar hitam," tambah sang narator.

Penggunaan video yang dilengkapi sosok animasi itu memang disengaja agar menarik perhatian penonton.

Pengadilan juga secara spesifik memajang nama-nama pengutang yang bertempat tinggal di sekitar bioskop itu agar hasilnya lebih efektif.

Selain ditampilkan di bioskop, wajah para pengutang ini juga dicetak dalam bentuk poster yang dipasang di dalam bus atau billboard di pusat-pusat perbelanjaan.

Menurut data pemerintah, pada April lalu pengadilan sudah mempublikasikan 10,5 juta nama yang gagal membayar pinjaman ke bank.

Sementara di provinsi-provinsi lain seperti Jiangsu, Henan, dan Sichuan bekerja sama dengan penyedia jasa komunikasi telepon.

Baca juga: Masih Berutang, Pengurus Pemakaman Sita Jasad Seorang Pria

Perusahaan layanan telepon ini akan memutar rekaman berisi nama-nama tersebut saat seorang penunggak utang akan menelepon.

Sementara di kota Shenzhen, pemerintah setempat menggunakan kamera pemindai wajah untuk merekam warga yang menyeberang jalan.

Jika wajah seorang penunggak utang dikenali, maka kamera itu akan merekamnya dan menampilkan wajah orang tersebut di layar elektronik publik.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X