Hujan Uang Rp 220 Juta di China Diserbu Warga

Kompas.com - 11/05/2018, 13:58 WIB
Hujan uang senilai 100.000 yuan terjadi di Quanzhou di provinsi Fujian, China, Selasa (8/5/2018). (SCMP) Hujan uang senilai 100.000 yuan terjadi di Quanzhou di provinsi Fujian, China, Selasa (8/5/2018). (SCMP)

QUANZHOU, KOMPAS.com - Warga Quanzhou di provinsi Fujian, China, menyerbu uang sekitar 100.000 yuan atau Rp 220,9 juta yang berhamburan ke jalanan.

Uang-uang kertas itu menyebar dari sebuah apartemen pada Selasa (8/5/2018) sore.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat orang-orang saling berebut menangkap uang.

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (9/5/2018), pengendara sepeda motor, pemilik toko, dan pejalan kaki yang melewati jalan tersebut berlari ke arah hujan uang.

"Cepat dan tangkap. Ini uang sungguhan. Uang asli," kata seorang warga.

Baca juga : Salah Masukkan PIN, Pria di China Bayar Satu Bakpao Rp 300 Juta Lebih

Penduduk setempat mengatakan kepada Quanzhou Evenening News, banyak uang kertas yang berhasil dia kumpulkan kurang darisatu menit.

Kabar tentang hujan uang langsung tersebar di grup percapakan pada aplikasi WeChat, dan segera mendorong orang-orang untuk pergi ke lokasi.

Seorang warga bahkan berhasil mengumpulkan 5.000 yuan atau sekitar Rp 11 juta.

Dua orang pria menghentikan aksi tersebut dan mengklaim uang-uang itu merupakan milik mereka. Keduanya juga mengaku telah menghubungi polisi.

Seorang pemilik toko membantu menyapu uang kertas dengan menggunakan sapu, dan beberapa orang mengembalikan uang.

Baca juga : Korupsi Rp 375 Miliar, Mantan Pejabat di China Dipenjara Seumur Hidup

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kepemilikan uang itu. Namun, masyarakat meyakini uang berhamburan ketika terjadi penggerebakan judi, walau tidak ada polisi yang terlihat di lokasi.

Pada akhirnya, ada sekitar Rp 154 juta yang berhasil kembali pada pemiliknya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X