Letusan Gunung Berapi di Hawaii, Gas Beracun Ancam Ribuan Warga

Kompas.com - 06/05/2018, 21:52 WIB
Seorang pria melihat semburan lahar yang muncul dari retakan terlihat di kawasan Leilani Estates di Hawaii, Jumat (4/5/2018). Letusan Gunung Kilauea diawali guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang memicu runtuhnya tebing pantai dan memuntahkan lahar di kawasan yang dekat dengan permukiman, memaksa ribuan orang untuk dievakuasi. AFP PHOTO/FREDERIC J BROWNSeorang pria melihat semburan lahar yang muncul dari retakan terlihat di kawasan Leilani Estates di Hawaii, Jumat (4/5/2018). Letusan Gunung Kilauea diawali guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang memicu runtuhnya tebing pantai dan memuntahkan lahar di kawasan yang dekat dengan permukiman, memaksa ribuan orang untuk dievakuasi.

HONOLULU, KOMPAS.com - Gunung berapi Kilauea yang meletus di Pulau Besar, Hawaii, membawa berbagai dampak terhadap warga Hawaii. Selain lahar panas, gunung berapi turut mengeluarkan gas yang berbahaya bagi kesehatan.

Letusan gunung Kilauea diawali guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang memicu runtuhnya tebing pantai dan mendorong keluarnya lahar panas.

Gempa yang terjadi telah memaksa hampir 2.000 orang untuk dievakuasi. Kekuatan gempa tersebut tercatat sebagai yang terkuat yang pernah mengguncang AS sejak 1975.

Erupsi Gunung Kilauea terus meningkat dan lahar yang telah mencapai permukiman warga memaksa dilakukannya evakuasi massal di pulau tersebut.

Menurut Badan Pertahanan Sipil Hawaii, suhu lahar dapat mencapai sekitar 1.150 derajat selsius.

Baca juga : Gunung Meletus Muntahkan Lahar, Ribuan Warga Hawaii Dievakuasi

Badan tersebut menambahkan, informasi dari Departemen Pemadam Kebakaran Hawaii telah melaporkan kondisi kualitas udara yang sangat buruk dan berbahaya.

"Kondisi kualitas udara yang berbahaya karena tingginya tingkat gas sulfur dioksida di daerah evakuasi. Gas tersebut dapat menyebabkan sesak napas dan iritasi pada kulit," kata badan tersebut dalam pernyataannya.

Berminggu-minggu bahkan Bulan

Badan Survei Geologi AS (USGS) mengatakan beberapa retakan lahar telah terbuka di Leilani Estate di distrik Puna, sekitar 19 kilometer dari gunung berapi.

Sementara dilansir Daily Express dari Observatori Gunung Berapi Hawaii menyebut aktivitas erupsi gunung masih terus meningkat dan dikhawatirkan dapat terus berlanjut hingga hitungan minggu bahkan bulan.

Juru bicara observatori, Janet Babb menyampaikan bencana yang terjadi sejak Kamis lalu menunjukkan kemiripan dengan letusan yang terjadi di wilayah tersebut 53 tahun lalu di mana berlangsung hingga 88 hari.

Baca juga : Gunung Kilauea di Hawaii Erupsi, 10.000 Penduduk Diimbau Waspada

Gunung Kilauea termasuk dalam salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Lahar yang keluar dari gunung tersebut kini telah menutupi area hingga 125 kilometer persegi, menurut USGS.

Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun luka, Pemerintah Hawaii telah mengatifkan satuan Garda Nasional untuk memberikan bantuan darurat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X