Di Kosta Rika, Kucing Dipakai untuk Selundupkan Ponsel ke Penjara

Kompas.com - 19/04/2018, 20:26 WIB
Kucing. ShutterstockKucing.
|

SAN JOSE, KOMPAS.com - Salah satu benda yang dilarang dimiliki para narapidana adalah telepon genggam.

Namun, ada banyak cara menyelundupkan alat komunikasi itu ke dalam penjara salah satunya dengan menggunakan kucing.

Para narapidana di Kosta Rika menggunakan "kucing terlatih" untuk menyelundupkan telepon genggam ke dalam penjara.

Pada awal pekan ini, Kementerian Kehakiman Kosta Rika merilis sebuah video yang memperlihatkan para sipir menangkap seekor kucing yang akan memasuki LP La Reforma di kota Alajuela.

Baca juga : Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Dalam video itu terlihat, si kucing membawa sebuah bungkusan yang diikatkan ke tubuhnya. Setelah para sipir berhasil menangkap si kucing dan melepaskan paket itu ternyata di dalamnya terhadap sebuah ponsel, charger, baterai cadangan, dan sebuah earphone.

Kementerian Kehakiman tidak menjelaskan secara rinci di bagian penjara mana kucing itu ditangkap atau bagaimana penjaga bisa melihat keanehan pada kuding tersebut.

Kementerian hanya menyebut para penjaga penjara sudah dua kali menangkap kucing yang membawa telepon genggam.

Ternyata bukan kali ini saja "jasa" hewan digunakan untuk menyelundupkan barang ke dalam penjara.

Beberapa tahun lalu para penjaga sebuah penjara di Kosta Rika menangkap seekor burung merpati yang membawa 14 gram kokain dan 14 gram mariyuana untuk salah seorang narapidana.

Burung merpati memiliki kesempatan lebih besar lolos dari tangkapan penjaga tetapi hewan itu hanya bisa membawa muatan ringan.

Baca juga : Tenggelamkan Kucing di Mesin Cuci, Wanita Ini Berurusan dengan Polisi

Sementara kucing, cukup kuat untuk membawa telepon genggam dan perangkat pendukungnya. Apalagi ponsel merupakan benda berharga bagi para narapidana.

Alat komunikasi itu tak hanya digunakan untuk menghubungi keluarga tetapi juga dipakai untuk mengendalikan bisnis mereka dari balik jeruji besi, mengancam saksi mata, bahkan melakukan penipuan lewat surat elektronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.