PRT Filipina di Arab Saudi Dipaksa Minum Pemutih oleh Majikannya - Kompas.com

PRT Filipina di Arab Saudi Dipaksa Minum Pemutih oleh Majikannya

Kompas.com - 16/04/2018, 20:14 WIB
Cairan pemutih dan sabun. www.shutterstock.com Cairan pemutih dan sabun.

MANILA, KOMPAS.com - Seorang pembantu rumah tangga asal Filipina harus dirawat di sebuah rumah sakit di Arab Saudi.

Agnes Mancilla, nama pembantu rumah tangga itu, dipaksa menenggak cairan pemutih oleh majikannya. Demikian disampaikan Kemenlu Filipina, Senin (16/4/2018).

Agnes kini harus menjalani pembedahan perut setelah dibawa dalam kondisi tak sadarkan diri ke rumah sakit di kota Jizan, pada 2 April lalu.

"Kami terus bekerja sama dengan otorita di Jizan untuk memastikan agar Agnes Mancilla mendapatkan keadilan," demikian pernyataan Kemenlu Filipina.

Baca juga : Bahas Kerja Sama Ketenagakerjaan, Duterte Bakal Kunjungi Kuwait

Saat ini kondisi Agnes masih cukup serius tetapi stabil dalam pengawasan para dokter di rumah sakit.

Sementara itu, kepolisian Arab Saudi sudah menangkap majikan Agnes yang hingga kini belum disebutkan identitasnya.

"Agnes bekerja di Arab Saudi sejak 2016 dan sudah berulang kali mendapat siksaan dri majikannya yang juga tak membayarkan gajinya," tambah Kemenlu mengutip keterangan Edgar Badajos konsul Filipina di Jeddah.

Ini adalah kasus terbaru yang melibatkan pekerja domestik asal Filipina yang bekerja di Timur Tengah.

Pada Februari, dugaan kekerasan terhadap pekerja domestik asal Filipina membuat hubungan negeri itu dengan Kuwait menegang.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam Kuwait, setelah jenazah perempuan Filipina itu ditemukan di dalam sebuah "freezer".

Duterte kemudian melarang warga Filipina bekerja di Kuwait yang sejauh ini menjadi tempat mencari nafkah lebih dari 2 juta warga Filipina.

Baca juga : Majikan Tenaga Kerja Filipina yang Tewas di Kuwait Dapat Hukuman Mati

Pekan lalu, Duterte mengatakan, pemerintah Kuwait sepakat untuk meningkatkan kondisi kerja warga Filipina di negeri itu.

Salah satu kesepakatan yang dicapai adalah para pekerja asal Filipina diizinkan tetap memegang ponsel dan paspor mereka, yang biasanya selalu disita majikan mereka.


Komentar
Close Ads X