Kondisi Putri Mantan Agen Ganda Rusia yang Diracun Mulai Stabil

Kompas.com - 29/03/2018, 22:58 WIB
Yulia Skripal (kanan), putri dari mantan agen ganda Sergei Skripal (kiri) yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu. GETTY IMAGES/BBCYulia Skripal (kanan), putri dari mantan agen ganda Sergei Skripal (kiri) yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu.

SALISBURY, KOMPAS.com - Yulia Skripal, putri dari mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris pada awal Maret lalu dikabarkan mulai pulih.

Perempuan berusia 33 tahun itu dikabarkan telah meninggalkan ruang perawatan khusus pada Kamis (29/3/2018) setelah kondisi kesehatannya membaik.

"Kondisi kesehatannya (Yulia) meningkat pesat dan tidak lagi berada dalam kondisi kritis. Kondisinya kini telah stabil," kata dewan rumah sakit Distrik Salisbury dalam pernyataanya.

Sedangkan terkait kondisi mantan agen Rusia, Sergei Skripal, ditambahkan pihak rumah sakit, masih kritis meski tetap stabil.

Baca juga: Rusia Tantang Balik Inggris untuk Buktikan Tak Terlibat Racuni Skripal

"Kami senang bisa melaporkan peningkatan kondisi Yulia Skripal. Dia menunjukkan reaksi yang baik terhadap pengobatan tetapi masih terus menerima perawatan klinis dari ahli selama 24 jam sehari," kata Christine Blanshard, Direktur Medis Rumah Sakit Distrik Salisbury, dilansir AFP.

Kasus mantan agen ganda Rusia yang diduga terpapar racun saraf Novichok ini telah menimbulkan kekacauan di Inggris dan negara-negara Eropa. Mereka menuduh adanya keterlibatan pemerintah Rusia dan mengusir para diplomatnya.

Perkembangan terbaru yang dilakukan tim penyidik menemukan adanya konsentrasi tinggi dari racun saraf di depan pintu rumah Skripal. Memunculkan dugaan serangan terhadap mantan agen tersebut dilakukan di depan rumahnya.

"Pada titik ini dalam penyelidikan kami, kami yakin Skripal dan putrinya pertama kali terpapar racun saraf di depan pintu rumah mereka," tulis pernyataan Kepolisian Metropolitan.

"Para tetangga Skripal akan menyaksikan petugas melakukan penyisiran sebagai bagian penyelidikan, tapi saya ingin menekankan kepada mereka, risiko (racun) tetap rendah," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Polisi Yakin Mantan Agen Ganda Rusia Terpapar Racun Saraf di Rumahnya

Sekitar 250 penyidik anti-terorisme diterjunkan untuk penyelidikan. Lebih dari 5.000 jam rekaman CCTV sedang diperiksa dan lebih dari 1.350 barang bukti sedang diteliti.

Sekitar 500 saksi juga telah diidentifikasi dan ratusan kesaksian dicatat.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X