Kompas.com - 27/03/2018, 11:04 WIB
|

KOMPAS.com - Piala Oscar biasanya selalu menjadi dambaan para insan perfilman dunia, tetapi bukan untuk Marlon Brando.

Sebab pada 27 Maret 1973, Brando menolak anugerah Piala Oscar untuk penampilan menawannya sebagai Don Corleone dalam film The Godfather.

Tak hanya menolak, Brando pun tak hadir dalam ajang tersebut. Brando kemudian diwakili aktris Sacheen Littlefeather yang sekaligus menyampaikan pesan sang aktor.

Lewat Sacheen, Brando mengatakan, penolakan itu terkait sikapnya yang memprotes cara Hollywood menampilkan sosok warga asli Amerika dalam film-filmnya.

Baca juga : Presiden Trump Ledek Insiden Memalukan pada Ajang Piala Oscar

Dianggap sebagai salah satu aktor terhebat sepanjang masa, Brando mendapatkan nominasi Oscar pertamanya lewat perannya sebagai Stanley Kowalski dalam A Streetcar Named Desire (1951).

Peran itu adalah pengulangan dari penampilan Brando dalam sebuah drama produksi 1947 yang mengadopsi karya Tennessee Williams.

Lewat drama itu pula kemampuan akting Brando mulai terlihat dan dia mendapatkan perhatian.

Brando kemudian kembali masuk nominasi lewat perannya di film Viva Zapata! (1952) dan Julius Caesar (1953). Dia memenangkan Oscar pertamanya dalam film On the Waterfront (1954).

Karier Brando menurun pada dekade 1960-an, saat salah satu filnya yang berbiaya mahal One-Eyed Jacks (1961), yang dia sutradarai sendiri, gagal di pasaran.

Demikian pula film Mutiny on the Bounty (1962). Brando memang berbakat tetapi kemudian dia juga dikenal karena "mood"-nya yang kerap berubah, kerap menuntut, dan kehidupan luar layarnya  yang tak bisa diatur.

Saat Francis Ford Coppola, sutradara muda yang menangani The Godfather, dia harus berjuang keras untuk mendapatkan Brando yang akan memerankan Don Vito Corleone.

Baca juga : Mahershala Ali, Muslim Pertama Peraih Oscar dalam Kategori Akting

Brando mendapatkan peran itu setelah menjalni casting dan mengurangi honornya sebesar 250.000 dolar dari yang dimintanya.

Benar saja, akting Brando dalam The Godfather dianggap sebagai sebuah mahakarya dan terus dikenang. Lewat film itu pula Brando menumbuhkan kembali karier filmnya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.