Kompas.com - 23/03/2018, 20:07 WIB
Warga Palestina mengantre untuk menunggu izin menyeberang memasuki wilayah Mesir melalui jalur penyeberangan di Rafah, selatan Jalur Gaza, 21 Februari 2018 lalu. AFP/SAID KHATIBWarga Palestina mengantre untuk menunggu izin menyeberang memasuki wilayah Mesir melalui jalur penyeberangan di Rafah, selatan Jalur Gaza, 21 Februari 2018 lalu.

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Otoritas Mesir membuka pintu perbatasan dengan Jalur Gaza di Rafah selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu (23-24/3/2018).

Disampaikan pejabat kedutaan Palestina di Kairo, hal itu menjadi pembukaan kali ketiga di sepanjang tahun ini yang ditujukan untuk misi kemanusiaan.

Rafah menjadi satu-satunya titik penyeberangan yang bisa digunakan sebagai jalan keluar bagi warga Gaza memasuki Mesir.

Perbatasan antara daerah kantong Palestina dengan wilayah Sinai, Mesir selama ini lebih banyak ditutup oleh otoritas Kairo dengan alasan keamanan.

Baca juga: Staf Konsulat Perancis Selundupkan Senjata dari Jalur Gaza

Pihak berwenang Mesir memang memiliki hubungan yang buruk dengan penguasa Hamas di Gaza. Mereka menuduh kelompok tersebut ada di balik berbagai serangan di dalam wilayah Mesir.

Dua kali kesempatan sebelumnya saat dibukanya jalur penyeberangan itu pada tahun ini dipangkas waktunya karena pertimbangan situasi keamanan di Sinai.

Pasukan tentara dan polisi Mesir terlibat dalam konflik bersenjata dengan kelompok bersenjata, terutama di wilayah Sinai Utara di mana warga Mesir yang berafiliasi dengan ISIS berada.

Blokade Mesir terhadap perbatasan Jalur Gaza telah berlangsung selama satu dekade lebih. Hal tersebut melumpuhkan kehidupan di Gaza.

Sejumlah pihak mengkritik langkah penutupan yang dilakukan Mesir dengan menyebutnya sebagai hukuman terhadap sekitar dua juta warga Palestina di wilayah pesisir itu.

Namun penutupan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Israel yang menyebutnya perlu untuk mengisolasi kelompok Hamas. Mesir juga terus menjaga sebagian besar perbatasan Rafah selama beberapa tahun.

Baca juga: Israel Diduga Semprotkan Bahan Kimia ke Lahan Pertanian di Jalur Gaza

Pada Oktober lalu, Mesir menjadi penengah dalam perjanjian rekonsiliasi antara Hamas dengan Fatah, partai pendukung Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Perjanjian tersebut seharusnya mengarah pada penyerahan kekuasaan di Gaza oleh kelompok Hamas. Namun kesepakatan tersebut gagal.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X