Di Pertemuan PBB, AS Tuduh Rusia Racuni Mantan Agen Ganda di Inggris - Kompas.com

Di Pertemuan PBB, AS Tuduh Rusia Racuni Mantan Agen Ganda di Inggris

Kompas.com - 15/03/2018, 08:16 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, berbicara di dewan keamanan setelah Inggris meminta pelaksanaan pertemuan yang mendesak dewan keamanan PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (14/3/2018). (AFP/Spencer Platt) Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, berbicara di dewan keamanan setelah Inggris meminta pelaksanaan pertemuan yang mendesak dewan keamanan PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (14/3/2018). (AFP/Spencer Platt)

NEW YORK, KOMPAS.com - Amerika Serikat menyatakan Rusia bertanggung jawab atas serangan terhadap mantan agennya di Inggris.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mendesak Dewan Keamanan PBB untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Rusia.

"AS meyakini Rusia bertanggung jawab atas serangan terhadap dua orang di Inggris, dengan menggunakan racun saraf," katanya dalam pertemuan darurat PBB, Rabu (14/3/2018).

Serangan pada 4 Maret lalu di Salisbury, Inggris, menyebabkan mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya berada dalam kondisi kritis.


Baca juga : Inggris Umumkan Usir 23 Diplomat Rusia

"Jika kita tidak segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini, Salisbury tidak akan menjadi tempat terakhir yang dinodai dengan penggunaan senjata kimia," ujar Haley.

Presiden AS Donald Trump juga mendesak Rusia untuk memberikan jawaban terkait tuduhan tersebut. Namun, Trump tidak memiliki sangkaan terhadap Rusia yang dianggap telah melakukan percobaan pembunuhan itu.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyangkal tuduhan serangan kepada Skripal dan putrinya.

Dia mengatakan, serangan itu merupakan provokasi yang ditujukan untuk menodai citra Rusia menjelang Piala Dunia dan pemilihan presiden.

"Rusia tidak ada hubungannya dengan insiden ini. Kami tidak perlu takut, karena tidak ada yang disembunyikan," ucapnya.

Baca juga : Rusia Tak Gubris Ultimatum Inggris

Pemerintah Rusia menuntut Inggris agar menyerahkan sampel dari racun saraf untuk dianalisis.

Sementara, Inggris telah meneliti racun saraf yang digunakan untuk meracuni Skripal dan diidentifikasi sebagai Novichok, sejenis racun yang dikembangkan oleh Uni Soviet.

"Kami menuntut agar bukti autentik diberikan," tambah Nebenzia.

Inggris meminta pertemuan darurat PBB untuk mengumpulkan dukungan dalam menuntaskan kasus upaya pembunuhan terhadap Skripal.

Baca juga : Dalam Pidato Perpisahannya, Tillerson Peringatkan soal Rusia

Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB Jonathan Allen menuduh serangan tersebut telah disponsori oleh negara tertentu.

"Ini adalah tindakan sembrono dan sembarangan yang membahayakan kehidupan warga sipil," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutterres mengtakan, penggunaan racun saraf tidak dapat diterima dan meminta penyelidikan menyeluruh.



Close Ads X