Paksa Anak Kecil Merokok, Seorang Pria Saudi Ditahan - Kompas.com

Paksa Anak Kecil Merokok, Seorang Pria Saudi Ditahan

Kompas.com - 12/03/2018, 18:04 WIB
Ilustrasi rokok dan anak-anak.THINKSTOCK Ilustrasi rokok dan anak-anak.

JEDDAH, KOMPAS.com - Pengadilan Arab Saudi memerintahkan penangkapan seorang pria yang dituduh telah memaksa seorang anak di bawah umur untuk merokok.

Tindakan pria yang tidak disebutkan namanya itu terekam dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial dan memicu reaksi publik.

Dalam video berdurasi 10 detik itu menampilkan seorang pria dewasa bersama seorang anak kecil yang duduk di pangkuannya.

Pria dewasa tersebut lantas menempelkan rokok yang menyala ke mulut anak kecil itu dan memaksanya merokok. Dia kemudian menertawakan reaksi si anak.

Baca juga: Nyalakan Rokok Pakai Uang Kertas yang Dibakar, 2 Polisi Dipecat

Dari suara tawa yang terdengar dalam video, diduga masih ada sejumlah orang lain yang turut menyaksikan secara langsung tindakan tersebut.

Setelah video yang menjadi viral, Jaksa Agung Saud al-Mojeb memerintahkan penangkapan pria dalam video tersebut.

Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial melalui juru bicaranya, Khaled Aba al-Khail meminta kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait pria maupun orang yang terkait dalam video untuk melapor.

Pria dewasa di dalam video itu pun ditahan tak lama setelah pengumuman dari kementerian.

Menurut juru bicara departemen kepolisian wilayah timur, Ziad al-Rikaiti, pria yang ditahan merupakan warga Arab Saudi berusia 20-an tahun, sedangkan anak kecil dalam video adalah anak dari kerabatnya.

"Siapapun tidak diizinkan untuk menyalahgunakan internet dan media sosial dan melakukan rindakan yang melanggar kesopanan dan keamanan publik."

"Hal itu termasuk menyebarkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai dan prinsip hukum maupun sosial," kata seorang pengacara ternama di Jeddah, Majed Garoub kepada Arab News.

Baca juga: Pemerintah Singapura Melarang Penggunaan Rokok Elektronik

Ditambahkan Majed, dalam kasus kali ini pihak kejaksaan berhak untuk melakukan tindakan yang dibutuhkan dan orang-orang yang terlibat dapat diancam dengan hukuman denda maupun penjara.

"Dalam kasus pelanggaran hak anak-anak, hakim keluarga menilai hukuman yang pantas bagi pelanggar dengan memperhatikan kepentingan terbaik untuk keluarga," tambahnya.

Sementara, menurut media lokal, Okaz, orangtua anak tersebut mengatakan pria dalam video merupakan saudara sepupunya dan dia tidak memiliki niatan buruk.

"Dia hanya ingin menakut-nakuti anak itu dengan rokok yang menyala karena anak saya memiliki kebiasaan mengunyah batang rokok dan kami sudah tidak bisa menghentikan kebiasaannya itu," kata ayah anak dalam video.


Komentar

Close Ads X