Lawan Cuaca Dingin, Warga Bakar Perabotan Rumah untuk Hangatkan Diri - Kompas.com

Lawan Cuaca Dingin, Warga Bakar Perabotan Rumah untuk Hangatkan Diri

Kompas.com - 09/03/2018, 23:40 WIB
Warga kadang terpaksa harus menerobos tumpukan salju yang sangat tebal untuk dapat mendapat pasokan makanan.DEB HUBY/BBC INDONESIA Warga kadang terpaksa harus menerobos tumpukan salju yang sangat tebal untuk dapat mendapat pasokan makanan.

CUMBRIA, KOMPAS.com - Gelombang hawa dingin dan badai salju di Eropa membuat warga melakukan segala cara untuk dapat bertahan.

Di Desa Nenthead, wilayah Cumbria, Inggris, hujan salju terus turun selama enam hari membuat jalanan tertutup salju tebal.

Deb Huby, salah seorang warga desa tersebut bahkan mengaku sempat melalui tiga hari tanpa alat pemanas.

Dia dan pasangannya Tim Gallagher harus berjalan hingga lima kilometer, sering dengan berjalan menembus salju setinggi pinggang, untuk sekadar mendapatkan makanan karena persediaan mereka sudah menipis.

Baca juga: Embusan Angin Amat Dingin Bekukan Eropa, 7 Orang Dilaporkan Tewas

Perempuan 46 tahun itu mengatakan situasinya sudah begitu mengerikan dan dia khawatir rumah pondoknya akan "terkubur".

"Saya sudah tinggal di sini selama 20 tahun dan saya pernah mengalami berbagai musim dingin yang buruk tapi tidak seperti ini."

"Kami bahkan tidak bisa membuka pintu, dan pernah salju menumpuk hingga enam meter," ujarnya.

Dia mengatakan, jalan tempat dia tinggal di desa itu, yang dihuni oleh sembilan orang, termasuk dua anak kecil, yang juga terjebak dan terputus dari dunia luar. Namun dalam keadaan itu mereka masih semangat untuk tetap bertahan hidup.

Huby mengatakan, dia tidak punya pilihan lain selain menerobos timbunan salju karena mereka kekurangan persediaan sembako, meski kadang hal tersebut juga bisa sangat berbahaya.

Senin pekan lalu, sebuah helikopter Chinook membawa pasukan marinir, diberangkatkan membantu warga yang terjebak salju.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi dan Beberapa Negara Timur Tengah

Mereka mengirim pasokan kebutuhan seperti makanan, bahan bakar, obat-obatan dan peralatan pemanas listrik.

Banyak warga mengatakan bahwa mereka sampai membakar perabotan rumah untuk menghangatkan diri.


Komentar

Close Ads X