Israel Kembali Memasok Listrik ke Jalur Gaza - Kompas.com

Israel Kembali Memasok Listrik ke Jalur Gaza

Kompas.com - 08/01/2018, 08:37 WIB
Anak-anak Palestina membaca buku dengan penerangan lilin karena pemadaman listrik di Kamp Jabalia di Gaza, pada tanggal 27 Juni 2017. (Anadolu Agency via Middle East Monitor) Anak-anak Palestina membaca buku dengan penerangan lilin karena pemadaman listrik di Kamp Jabalia di Gaza, pada tanggal 27 Juni 2017. (Anadolu Agency via Middle East Monitor)


GAZA CITY, KOMPAS.com — Pemerintah Israel akan kembali menerangi Jalur Gaza dengan melanjutkan pemberian pasokan listrik ke wilayah tersebut.

Dilansir dari Middle East Monitor, Minggu (7/1/2018), Otoritas Energi Palestina mengatakan, aliran listrik dengan kapasitas 50 megawatt akan dipasok ke Gaza.

Langkah tersebut dilakukan setelah Pemerintah Palestina melanjutkan pembayaran listrik yang dipasok ke Gaza setelah diputus pada awal 2017.

Hingga Sabtu (6/1/2018), sistem pasokan listrik di Gaza beroperasi 3 jam hingga 4 jam sehari.

Baca juga: ISIS Deklarasikan Perang Melawan Hamas di Jalur Gaza

Dengan kembalinya pasokan tersebut, kapasitas listrik di Gaza meningkat menjadi sekitar 210 MW atau 46 persen dari kebutuhan 450 MW.

Peningkatan kapasitas tersebut dapat menambah jam operasional listrik harian menjadi 7 jam.

Pada April 2017, Pemerintah Palestina berhenti membayar pasokan listrik ke Jalur Gaza yang saat itu dijalankan Hamas.

Rumah bagi lebih dari 2 juta penduduk Palestina di wilayah pantai yang diblokade Israel itu terus mengalami krisis listrik yang melumpuhkan aktivitas warga.

Baca juga: Kesulitan Dana, Kebun Binatang di Gaza Jual Tiga Anak Singa

Kekurangan pasokan listrik memaksa Pemerintah Palestina menjalankan sistem rotasi, di mana listrik dipangkas di beberapa tempat di Jalur Gaza sehingga memungkinkan persediaan untuk wilayah lain.

Saat ini, Israel menyediakan listrik di Jalur Gaza dengan kapasitan 120 MW, sementara Mesir memasoknya sekitar 32 MW.

Otoritas Palestina menyatakan, pembangkit listrik yang berfungsi di Gaza hanya mampu menghasilkan energi 60 MW.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X