Gara-gara Tripod Kamera, Pria di Australia Tewas Tersambar Petir - Kompas.com

Gara-gara Tripod Kamera, Pria di Australia Tewas Tersambar Petir

Kompas.com - 03/01/2018, 14:37 WIB
Suasana di Kings Canyon di Wilayah Utara, Australia. (ABC News)
Suasana di Kings Canyon di Wilayah Utara, Australia. (ABC News)


KINGS CANYON, KOMPAS.com - Seorang pria di Australia tewas tersambar petir pada Senin (1/1/2018) saat berjalan kaki di Kings Canyon, Wilayah Utara, Australia.

Dilansir dari Australia Plus, Rabu (3/1/2018), petir menyambar Antony Van Der Meer karena dia membawa tripod kamera yang menjadi penghantar listrik mematikan.

Pria berusia 35 tahun sedang liburan bersama keluarganya dan melakukan kegiatan hiking di Rim Walk, saat dua badai menerpa di kawasan di Taman Nasional Watarrka, sekitar 300 kilometer dari Alice Springs.

Polisi Wilayah Utara Australia mengatakan tripod kamera yang dibawa Antony menjadi penghantar listrik ketika terjadi sambaran petir. Kekuatan petir itu juga membuat empat anggota keluarga lainnya terlempar.

Baca juga : Ada Apa Saja Tahun 2018 di Australia?

Pauline Vicary dari Kepolisian Wilayah Utara mendapat panggilan darurat untuk mendatangi Kings Canyon oleh petugas taman nasional. Petugas menghadapi cuaca yang tidak bersahabat untuk mencapai wilayah itu.

"Kondisi cuaca di sana buruk akibat badai tropis Hilda dengan beberapa badai tersisa." katanya.

"Kondisinya ketika itu tidak bersahabat dengan hujan deras, dan juga banjir bandang di beberapa bagian taman nasional."

Polisi mengatakan dua turis lain yang berada di kawasan tersebut membantu anggota keluarga Van Der Meer ketika peristiwa mengenaskan tersebut terjadi. Lokasi kejadian sekitar 1 kilometer dari parkiran mobil.

Baca juga : Buah Nangka Makin Populer Gantikan Daging di Australia

Antony sebelumnya bekerja di bidang penjualan dan penyewaan dan juga pernah menjadi staf sebuah stasiun radio komunitas di Adelaide.

Akun bernama Fresh927 menulis pesan di akun Twitter dan Facebook mengatakan Antony merupakan bagian dari komunitas radio selama enam tahun sampai 2015.

Sebuah halaman penggalangan dana online sudah dibuat untuk membantu keluarga Van Der Meer.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Close Ads X