Kompas.com - 13/12/2017, 11:20 WIB
Seorang polisi Israel yang menunggang kuda membuat sejumlah perempuan Palestina ketakutan. Salaamedia/BBCSeorang polisi Israel yang menunggang kuda membuat sejumlah perempuan Palestina ketakutan.
EditorErvan Hardoko

Halbfinger juga menulis, "Di satu jalan kecil menuju daerah Muslim, tiba-tiba muncul keributan. Pemukim Yahudi dari atap melempar telur ke arah warga Arab (Palestina) di bawah."

"Tiba-tiba terjadi saling injak. Tiga polisi perbatasan Israel dengan helm anti huru-hara lari mengejar seseorang. Tak lama kemudian pengejaran berakhir. Saat polisi selesai mengejar, seorang perempuan berteriak dalam bahasa Arab dan polisi menjawab makian."

Abeer Zayaab sendiri pernah ditahan setelah sebelumnya dipukul, dilepas jilbabnya dan dijambak pada 2014.

Tanpa ada alasan, saat ia tengah berjalan, tentara memukul leher dan kaki Abeer lalu menarik jilbabnya.

Baca juga : Pernyataan Trump soal Yerusalem Bisa Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah

"Mereka menuduh saya menyerang tentara padahal saya tak berbuat apa pun dan saya sedang berjalan saat mereka menyerang saya. Mereka pukul leher dan kaki saya sampai terjatuh, dan tentara perempuan menyeret saya... saya dipukul dan ditendang dan diseret di jalan dan di tangga. Jilbab saya dilepas dan saya dijambak," cerita Abeer.

"Saya mengatakan silakan lihat rekaman kamera yang dipasang di jalan, namun mereka mengatakan kamera rusak," tambahnya.

BBC Indonesia menyaksikan video Abeer di YouTube dan terlihat polisi menjambak rambutnya dan menariknya ke kantor polisi.

Setelah muncul tekanan, kamera yang dipasang pemerintah Israel di jalan-jalan akhirnya dikeluarkan dan Abeer terbukti tak melakukan apa-apa dan dibebaskan.

"Perempuan lain tak seberuntung saya karena ada yang merekam insiden itu. Sebagian dipenjara antara tujuh sampai delapan tahun. Kalau tak ada yang menolong saya, saya akan dipenjara selama itu tanpa melakukan apapun," ujar Abeer.

Abeer mengatakan ia sebelumnya masih berharap bahwa anak-anaknya akan menikmati hidup jauh lebih baik dibanding kehidupan yang dia rasakan sekarang.

Baca juga : Soal Yerusalem, Jokowi Telepon Presiden Palestina

"Keputusan Trump "menghacurkan mimpi raktyat Palestina untuk memiliki negara setelah bertahun-tahun pendudukan dan ketidakadilan," tambah Abeer.

"Sebagian orang sangat frustrasi, apa jadinya kalau kami sudah tak punya harapan lagi?" tanyanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.