Singapura Berencana Operasikan Bus Mini Tanpa Sopir

Kompas.com - 23/11/2017, 20:21 WIB
Universitas Teknologi Nanyang di Singapura telah menggunakan bus tanpa sopir di kawasan kampus mereka.

NTU Singapore/BBCUniversitas Teknologi Nanyang di Singapura telah menggunakan bus tanpa sopir di kawasan kampus mereka.
EditorErvan Hardoko

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura berencana mengoperasikan bus minitanpa pengemudi untuk meningkatkan akses transportasi bagi para lansia dan keluarga yang memiliki anak kecil.

Bus-bus tanpa sopir itu direncanakan beroperasi di tiga kawasan permukiman baru yang jalannya dirancang tidak memiliki lalu lintas padat, untuk mengakomodasi bus berteknologi terbaru itu.

Bus tanpa sopir ini ditujukan untuk mengangkut warga ke sejumlah lokasi di sekitar pemukiman serta ke stasiun bus dan kereta terdekat.

Singapura yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi berharap teknologi bus tanpa sopir dapat menjadi jawaban atas pengelolaan lahan dan minimnya sumber daya manusia.


Baca juga : Perusahaan Bus di Mesir Luncurkan Armada Khusus Perempuan

"Kendaraan otomatis meningkatkan akses dan koneksi terhadap sistem transportasi publik kami, terutama bagi para lansia, keluarga yang memiliki anak kecil, dan mereka yang tidak cukup aktif berpergian," kata Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan.

Bus-bus tanpa sopir ini ditargetkan melengkapi layanan bus konvensional, namun tidak akan dioperasikan dalam jam sibuk.

Pemerintah Singapura juga akan mempersilakan para komuter membeli tiket transportasi melalui ponsel.

Singapura memiliki tingkat kemacetan yang lebih rendah dibandingkan kota-kota lain di Asia Tenggara karena memberlakukan jalan berbayar dan menerapkan kebijakan yang memihak transportasi publik.

Singapura kini berharap dapat menjadi negara terdepan yang menerapkan teknologi kendaraan tanpa sopir.

"Aturan ketat soal transpor darat semoga bisa mendorong kami menjadi pemain global dalam solusi transportasi urban," ujar Khaw.

"Apa yang bisa diterapkan di Singapura sepertinya juga bisa berlaku untuk kota-kota di negara lain," kata Khaw menambahkan, dalam peluncuran pusat uji kendaraan tanpa sopir, Rabu (22/11/2017).

Baca juga : Ampas Kopi Jadi Bahan Bakar Bus Ikonik di London

Pusat uji kendaraan itu dapat digunakan para pengembang untuk menguji bagaimana mobil dan bus tak bersopir berurusan dengan para pejalan kaki, termasuk saat menghadapi hujan deras, pengemudi ugal-ugalan, pengguna sepeda dan sepeda motor serta berbagai skenario lalu lintas lainnya.

Hingga saat ini, kata Khaw, seidaknya sepuluh perusahaan sedang menguji teknologi kendaraan tanpa pengemudi tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X