"Masih Ada Persepsi Tak Akurat Masyarakat Australia terhadap RI" - Kompas.com

"Masih Ada Persepsi Tak Akurat Masyarakat Australia terhadap RI"

Kompas.com - 01/11/2017, 09:59 WIB
Dubes RI untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo LegowoKompas.com/Krisiandi Dubes RI untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo

BRISBANE, KOMPAS.com - Sebagian masyarakat Australia masih mempersepsi Indonesia secara tak akurat. Misalnya, tak sedikit orang Australia yang belum memahami Indonesia sebagai negara demokrasi.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo saat berkenalan dengan masyarakat Indonesia di Queensland, Selasa (31/10/2017) malam.

Acara perkenalan berlangsung di Gedung Abel Smith University of Queensland, Brisbane. Kristiarto menjabat sebagai Dubes RI untuk Australia sejak Juni 2017. Diplomat kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini, menggantikan Nadjib Riphat Kesoema.

"Ada persepi yang tidak akurat di sebagian kalangan masyakarat Australia mengenai Indonesia," kata Kristiarto menegaskan, saat ditemui seusai acara.

(Baca juga: Hubungan RI-Australia Diibaratkan seperti Suami-Istri)

Mantan Dubes RI untuk Filipina ini mengatakan, kondisi itu menimbulkan dampak negatif bagi hubungan kedua negara. Efek yang terasa, misalnya, menurunnya minat belajar Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia.

Apalagi, sebaliknya, persepsi yang tak akurat tentang Australia juga kerap terjadi pada masyarakat Indonesia.

Kristiarto mengatakan di level pemerintah, hubungan kedua negara sangat baik dan harmonis. Itu akan sangat berarti apabila didukung oleh kerukunan di tingkat publik.

"Karena keharmonisan antara pemerintah menjadi meaningless jika di hubungan masyarakat tidak baik," ujar Kristiarto.

Kristiarto berharap komunitas masyarakat Indonesia di Australia bisa banyak menjabarkan terkait kondisi Indonesia saat ini kepada warga Australia.

Pemerintah, kata dia, tak bisa sendirian menjalankan fungsi diplomasi untuk meningkatkan kembali antusiasme masyarakat Australia agar melihat Indonesia secara lebih baik lagi.

"Ini menjadi menjadi tanggung jawab KBRI, KJRI dan masyarakat Indonesia," ujar dia.

Namun demikian, pihaknya melihat tak sedikit publik Australia yang antusias untuk memahami Indonesia dalam konteks yang lebih akurat. "Yang ini juga jangan dinafikan," kata dia.

Sebagai bukti, Kristiarto mengklaim Indonesia merupakan salah satu tempat favorit bagi mahasiswa Australia yang berangkat ke luar negeri dalam rangka program New Colombo Plan.

New Colombo Plan, dikutip dari situs Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, adalah program beasiswa dari Pemerintah Australia bagi sarjana muda setempat untuk tinggal, belajar, dan mengikuti magang atau pelatihan di kawasan Indo-Pasifik.

"Jumlah mahasiswa Australia yang ke Indonesia dalam rangka New Colombo Plan sampai sekitar 3.500 orang. Ini jumlah yang relatif besar," ujar Kristiarto.

Selain memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia di Queensland, Kristiarto juga meresmikan Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Queensland (BBBIQ).

Dia berharap keberadaan BBBIQ bisa meningkatkan antusiasme orang Australia untuk mengenal Indonesia secara utuh.

"Dan setelah mereka mengenal Indonesia secara lebih baik harapan kita mereka punya persepsi yang lebih akurat mengenai indonesia," ujar dia. (Baca: Balai Bahasa Indonesia Queensland Diresmikan)


EditorFarid Assifa

Close Ads X