Israel Ledakkan Terowongan, 7 Orang Palestina Tewas

Kompas.com - 31/10/2017, 10:20 WIB
Tentara Israel, Minggu (21/10/2013), menemukan sebuah terowongan dari jalur Gaza ke wilatah Israel. Hamas kemudian mengatakan terowongan itu dibuat untuk menculik tentara Israel.AFP Tentara Israel, Minggu (21/10/2013), menemukan sebuah terowongan dari jalur Gaza ke wilatah Israel. Hamas kemudian mengatakan terowongan itu dibuat untuk menculik tentara Israel.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Tujuh warga Palestina dilaporkan tewas ketika Israel meledakkan terowongan yang diduga menghubungkan Jalur Gaza dengan daerahnya Senin (30/10/2017).

Jurubicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra menyatakan, ledakan itu tidak hanya menewaskan tujuh orang. Namun juga melukai 12 orang.

Kantor berita AFP mewartakan, dua di antara tujuh korban tewas berasal dari sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.

Sementara sisanya merupakan kelompok milisi sekutu Hamas, Islamic Jihad.

Jurubicara militer Israel, Jonathan Conricus berkata, tujuh orang itu tewas setelah Israel menetralkan sebuah terowongan yang mengarah ke selatan Israel.

Ujung terowongan itu terletak dua kilometer dekat desa Israel bernama Kissufim.

Baca juga : Sekjen PBB Guterres Serukan Pencabutan Blokade Israel di Gaza

Diduga, terowongan itu digunakan oleh kelompok teroris guna menyusup dan melancarkan serangan di wilayah Israel.

"Detonator dinyalakan oleh militer di dekat pos keamanan," kata Conricus dalam keterangan.

Hamas menyebut tindakan peledakan itu bakal meningkatkan ketegangan antara Palestina dan Israel sejak perang 2014.

Islami Jihad mengecam peristiwa itu, dan berkata terowongan tersebut merupakan kebijakan untuk mempertahankan rakyat Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mengembangkan teknologi terbaru yang mampu melacak terowongan paling rumit sekalipun.

"Siapapun yang menyakiti kami, akan kami hantam dengan keras," tegas Netanyahu.

Baca juga : Dianggap Perusuh, Polisi Israel Tangkap 51 Warga Palestina



EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X