Kompas.com - 23/10/2017, 21:50 WIB
Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina pecah di sekitar kawasan Kota Tua, Jerusalem, Jumat (21/7/2017). Seorang warga Palestina tewas ditembak polisi Israel. AFPBentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina pecah di sekitar kawasan Kota Tua, Jerusalem, Jumat (21/7/2017). Seorang warga Palestina tewas ditembak polisi Israel.
|
EditorPascal S Bin Saju

JERUSALEM, KOMPAS.com - Kepolisian Israel menyerang pemukiman Palestina di Jerusalem Timur dan menahan 51 orang karena diduga terlibat aksi protes yang berakhir ricuh dengan pihak keamanan.

Juru bicara kepolisian Jerusalem, seperti diberitakan kantor berita AFP, menyatakan, ke-51 warga Palestina tersebut diciduk dari kawasan Al-Issawiya.

Mereka dituduh berpartisipasi dalam gerakan perusakan dan tindakan yang berujung kepada aksi teror.

Salah satunya dengan melemparkan batu dan bom molotov kepada aparat keamanan "Negeri Zionis" itu.

"Mereka diharapkan bakal hadir di pengadilan keesokan harinya," ujar juru bicara tersebut dilansir dari AFP.

Baca: Dituduh Menghasut, 8 Media Palestina Digerebek Otoritas Israel 

Kawasan Issawiya, yang masuk ke dalam Jerusalem Timur, sering menjadi tempat bentrok antara warga Palestina dan pihak berwajib Israel.

Warga Palestina, yang umumnya didominasi pemuda, selalu terlibat bentrok dengan aparat Israel. Salah satunya sebagai wujud protes pascapencaplokan Jerusalem Timur oleh Israel.

Sejak Perang Enam Hari 1967, negeri pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu terus meluaskan wilayahnya ke Jerusalem dan Tepi Barat, yang dianggap sebagai ibu kota sesungguhnya dari Israel.

Sementara warga Palestina menganggap Jerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.

Baca: Militer Israel Tutup Stasiun Radio Palestina di Tepi Barat

Al-Issawiya dan umumnya kawasan Palestina lain di Jerusalem Timur sering diserbu Israel sejak negara tersebut memasang detektor logam, Juli lalu.

Detektor itu dipasang sebagai reaksi setelah dua polisi Israel ditembak mati oleh tiga orang Arab Israel di kawasan Masjid Al-Aqsa (14/7/2017).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.