Kompas.com - 05/09/2017, 12:12 WIB
Konselor Negara atau Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi AFPKonselor Negara atau Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi
|
EditorGlori K. Wadrianto

YANGON, KOMPAS.com - Stasiun televisi terkemuka Inggris, British Broadcasting Corporation (BBC) memutuskan menyudahi kerjasamanya dengan MNTV, stasiun televisi terkemuka Myanmar.

AFP melaporkan Senin (4/9/2017), keputusan mengejutkan itu diambil setelah masalah pensensoran yang dilakukan oleh otoritas Myanmar, terutama dalam liputan terhadap suku Rohingya di negara itu.

“BBC tidak dapat menerima intervensi atau sensor yang dilakukan terhadap program kami. Ini adalah pelanggaran terhadap kepercayaan yang telah dibangun antara BBC dan penonton," demikian bunyi pernyataan BBC Myanmar.

BBC tidak merinci lebih jauh konten apa yang menjadi sumber permasalahan.

MNTV dalam pernyataannya menyatakan bahwa mereka hanya mengikuti perintah pemerintah.

“BBC menyiarkan berita-berita dengan konten dan kata yang dilarang oleh pemerintah Myanmar,” salah satu pegawai MNTV yang menolak disebut namanya mengungkapkan informasi itu. 

Dia menyebutkan, Pemerintah Myanmar melarang penggunaan kata "Rohingya".

Negeri Pagoda itu hanya mengenal penggunaan kata "Bengali" untuk menggambarkan suku itu sebagai imigran ilegal dari Banglades.

Rohingya walau sudah hidup di Myanmar selama bergenerasi-genarasi tidak diakui sebagai salah satu suku di negeri itu.

BBC telah menyiarkan berita harian di MNTV sejak April 2014 dengan penonton 3.7 juta setiap harinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X