Kompas.com - 21/08/2017, 05:48 WIB
Sebuah kaus bergambar gerhana matahari total dijajakan di pinggir jalan dekat pasar di KotaCharleston, South Carolina, Minggu (20/8/2017).  AFP/MANDEL NGANSebuah kaus bergambar gerhana matahari total dijajakan di pinggir jalan dekat pasar di KotaCharleston, South Carolina, Minggu (20/8/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

CHARLESTON, KOMPAS.com - Charleston, South Carolina, Amerika Serikat, akan menjadi wilayah terakhir yang mengalami gerhana matahari total di benua tersebut, pada Senin (21/8/2017) waktu setempat. 

Gerhana ini merupakan fenomena alam pertama dalam 99 tahun terakhir.

Charleston, sebuah kota bersejarah, dengan jalan-jalan berbatu, dan rumah-rumah antebellum -sebelum masa perang saudara, yang elegan, sangat sibuk pada hari Minggu. 

Warga setempat mempersiapkan diri menjelang datangnya gerhana matahari total.

Restoran-restorannya penuh sesak. Parkir di pusat kota pun demikian. Penduduk lokal dan turis menyiapkan kacamata surya untuk bisa melihat gerhana dengan aman.

Mereka berjalan dengan kegembiraan di sepanjang kawasan pejalan kaki di pinggir laut.

Sayangnya, prediksi cuaca untuk hari Senin tak mendukung keriaan itu. Awan dan badai petir diprediksi terjadi pada saat gerhana terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cuaca kurang bersahabat diperkirakan terjadi ketika bulan sabit mulai menghalangi matahari hingga tertutup total. 

Bagi penduduk setempat, dan bagi mereka yang datang dari jauh, ini adalah masalah besar.

"Kami sangat senang," kata Brandy Mullins, seorang ibu berusia 38 tahun yang baru pindah pindah ke Charleston enam minggu lalu bersama keluarganya.

Dia dan ketiga anaknya semua memiliki kacamata surya dan berencana untuk menonton gerhana dari area terbuka, jika cuaca memungkinkan.

"Ramalan cuaca tak terlalu bagus untuk menyaksikan gerhana," kata dia.

"Ya, tapi tidak apa-apa, kita masih bisa mengalaminya dan melihat kegelapan," sambung Mullins.

Nick Willder (59), dan istrinya, Sarah Boylan (60) dari Nottingham, Inggris telah merencanakan liburan dua minggu mereka melalui Amerika Selatan untuk berakhir di Charleston, pas di saat gerhana terjadi.

Ini akan menjadi usaha ketiga mereka untuk melihat gerhana total. "Usaha-usaha sebelumnya di Inggris dan China, keduanya turun hujan," kata Willder.

"The Great American Eclipse" akan bergerak secara diagonal di seluruh negeri, barat laut ke tenggara. Fenomena itu memberikan pertunjukan matahari yang spektakuler.

Kesempatan itu menjadi alasan yang sangat baik untuk menggelar sejumlah pesta dan festival musik gerhana.

Gerhana pertama kali akan terlihat di negara bagian Oregon pada pukul 09.05 atau kira-kira 23.05 WIB, Senin. Gerhana total akan terjadi 75 menit kemudian.

Otoritas di Oregon mengatakan, diperkirakan satu juta orang membanjiri wilayah tersebut saat momen ini. Hal itu membuat kepadatan di jalan raya dan perkemahan.

Demikian diberitakan surat kabar Oregonian yang dikutip kantor berita AFP.

Secara keseluruhan, sekitar 12 juta orang yang tinggal di 14 negara bagian akan berada di jalur totalitas gerhana.

Sementara, jutaan lainnya dapat menyaksikan setidaknya sebagian gerhana, demikian disebutkan American Astronomical Society.

Di Charleston, beberapa kantor pemerintah daerah tutup untuk memungkinkan pekerja menghindari mengemudi saat gerhana.

Lalu, polisi dan petugas dinas darurat menempatkan personel tambahan yang bertugas untuk menangani kerumunan orang. Demikian diberitakan surat kabar Post and Courier

Diprediksi akan ada dua juta pengunjung yang datang ke wilayah kota itu demi menyaksikan gerhana.

Kota kecil McClellanville, yang langsung berada di bawah jalur gerhana, bahkan menyewa WC portabel tambahan.

Lantas, bagaimana jika cuaca buruk harus membawa kekecewaan bagi warga dan turis yang telah menggelar keriuhan dan persiapan yang ekstensif?

Willder, seorang arsitek asal Inggris berkomentar.  "Jika kita tidak bisa melihat gerhana, itu tidak masalah," kata dia.

"Ya, seperti memasang 'pin' di peta, dan alasan bagus untuk bepergian," sambung dia.

Baca: Dibuat 2.000 Tahun Lalu, Komputer Super Prediksikan Gerhana Matahari



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X