Kompas.com - 28/07/2017, 20:34 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

NEW DELHI, KOMPAS.com - Mahkamah Agung India, Jumat (28/7/2017) menolak permohonan aborsi dari seorang korban perkosaan berusia 10 tahun.

Keputusan itu diambil karena dokter menilai, tindakan aborsi dapat membahayakan nyawa bocah tersebut. 

Anak perempuan itu kini hamil delapan bulan, dan pengacaranya mengatakan pihak keluarga telah menerima keputusan tersebut.

"Keputusan pengadilan didasarkan pada pendapat yang diterima dari panel medis yang memenuhi syarat, dan kami puas dengan keputusan tersebut."

Demikian dikatakan Alakh Alok Srivatav, seorang pengacara keluarga korban, kepada AFP.

Hakim Mahkamah Agung mengatakan, mereka tidak dapat membiarkan aborsi terjadi karena laporan medis menyebutkan langkah itu tidak baik untuk ibu dan juga janinnya.

Gadis yang identitasnya tak diungkap itu, diduga diperkosa beberapa kali oleh pamannya. Pelaku pun telah ditangkap karena beberapa kasus perkosaan lain.

Namun, kehamilan korban baru disadari beberapa waktu terakhir, saat orangtua bocah itu membawa anak mereka ke rumah sakit, karena mengeluh sakit perut. 

Orangtua tersebut lantas mengajukan permohonan untuk mendapat izin melakukan aborsi.

Permohonan awal mereka di pengadilan setempat ditolak, karena pertimbangan serupa.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.