Kompas.com - 13/07/2017, 07:00 WIB
EditorPascal S Bin Saju

GAZA CITY, KOMPAS.com - Utusan Qatar untuk Gaza mengatakan, Doha berkomitmen mendanai proyek-proyek di daerah kantung Palestina yang dikuasai Hamas.

Komitmen itu tetap dijalankan meski Qatar sedang mendapat tekanan dari Arab Saudi dan sekutunya, yang menuduhnya itu mendukung ekstremisme.

Kantor berita Perancis, AFP, Rabu (12/7/2017), melaporkan, untusan Qatar itu berbicara di samping seorang pejabat tinggi PBB Mohammed al Amadi.

Menurut dia, Qatar akan terus mendanai proyek-proyek di Gaza terlepas dari sanksi oleh Arab Saudi dan sekutunya dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Krisis Qatar, Sekadar Perang Opini dan Persepsi?

"Kami datang untuk menjamin Anda bahwa kami berdiri dan akan terus berdiri dengan warga Palestina yang terkepung dan kami akan melanjutkan proses rekonstruksi," kata utusan Qatar itu dalam sebuah konferensi pers di Gaza City, Selasa (11/7/2017).

"Kebijakan Qatar adalah untuk mendukung rakyat dan pemerintahan resmi. Kami tidak mendukung Hamas, kami mendukung Hamas sebagai bagian dari rakyat Palestina," katanya.


Pada 5 Juni, Arab Saudi dan sekutunya memutuskan seluruh hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh negara kaya gas itu mendanai kelompok "ekstremis", termasuk Hamas.

Gerakan Islam Hamas sudah menguasai Gaza sejak 2007, tetapi masih dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Israel.

Baca: Simaklah, 10 Pemicu Krisis Diplomatik di Qatar

Pemerintah resmi Palestina berbasis di wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel dan dipimpin oleh rival Hamas, Fatah.

Qatar menjanjikan satu miliar dolar AS untuk membantu rekonstruksi Gaza setelah perang 2014 dengan Israel.

Nickolay Mladenov, utusan PBB untuk Timur Tengah, berterima kasih kepada Qatar untuk "komitmen yang ditunjukkan selama bertahun-tahun untuk membantu rakyat Gaza."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP/ANT
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.