Kompas.com - 11/07/2017, 16:43 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MARAWI, KOMPAS.com  — Pertempuran yang terjadi di Marawi telah mengoyak keindahan kota yang berada di jantung Mindanao, salah satu pulau besar di Filipina selatan itu.

"Marawi adalah jantung bagi Mindanao. Di Marawi ada tugu nol kilometer yang menjadi acuan bagi kota lain di Mindanao," kata Monalisa Pangan, warga Cagayan de Oro, kota pantai yang berjarak kurang lebih 89 kilometer dari Marawi, seperti dilaporkan harian Kompas, Selasa (11/7/2017).

Marawi terletak di lembah perbukitan dan berada tepat di tepi Danau Lanao. Udaranya sejuk karena berada di ketinggian kurang lebih 200 meter di atas permukaan laut.

Bukit-bukit di sekitar Danau Lanao penuh ditumbuhi berbagai pohon hutan, dan di bagian tepi difungsikan warga untuk berkebun dan menanam padi, demikian dilaporkan wartawan harian Kompas, B Josie Susilo Hardianto dan Harry Susilo, dari Marawi.

Di tengah kota itu mengalir sebuah sungai bernama Sungai Agus. Airnya yang bersumber dari Danau Lanao mengalir deras dan dimanfaatkan untuk memutar turbin pembangkit listrik.

Baca: Terpaksa Hancurkan Kota Marawi, Presiden Duterte Minta Maaf

Sebagai ibu kota Provinsi Lanao del Sur, Marawi adalah pusat ekonomi, jasa, dan perdagangan untuk kota-kota kecil lain yang berada di sekitar Danau Lanao, seperti Balindong, Ramain, dan Saguiaran.

Di Marawi ada sebuah universitas negeri, yaitu Universitas Negeri Mindanao. Keberadaannya melengkapi keunggulan Marawi yang menjadi pusat bagi kota-kota lain di sekitarnya.

Bagi kota-kota itu, Marawi tak ubahnya sebuah gerbang. Marawi juga pintu utama yang menghubungkan mereka dengan kota-kota lain di pesisir utara Mindanao.

Sebuah jalan utama selebar kurang lebih delapan meter dengan konstruksi beton dibangun untuk menghubungkan Marawi dengan Iligan, sebuah kota perdagangan dan jasa, yang berada di pesisir utara Mindanao. Jarak kedua kota itu kurang lebih 38 kilometer.

Berbagai barang kebutuhan untuk kota-kota di wilayah pegunungan yang berada di tengah Mindanao sebagian dipasok melalui jalur itu.

Dari Marawi, barang-barang itu kemudian dikirim ke sejumlah kota di sekitarnya.

Baca: Di Tengah Gemuruh dan Suara Bom, Balai Kota Marawi Kembali Beroperasi

Tidak mengherankan, ketika konflik Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) melawan milisi kelompok Maute meletus di Marawi, 23 Mei lalu, kota-kota lain di sekitarnya turut terdampak.

Kota-kota kecil itu menjadi sepi. Toko dan kios tutup. Sebagian besar dari mereka turut mengungsi.

"Masih banyak warga yang tinggal di sekitar Marawi kelaparan karena mereka tidak bisa membeli kebutuhan sehari-hari, seperti di Ramain," ujar Fatima (31), pekerja sosial asal kota Iligan yang kerap mondar-mandir Marawi.

 

(Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 Juli 2017, di halaman 1 dengan judul "Marawi, Kota Indah di Mindanao yang Terkoyak")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.