Korut Diduga Telah Melakukan Uji Coba Mesin Roket

Kompas.com - 23/06/2017, 11:35 WIB
Korut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.
EPAKorut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Korea Utara ( Korut) melakukan uji coba mesin roket yang diyakini Amerika Serikat (AS) sebagai bagian program untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua.

Pejabata AS mengungkapkan hal itu pada  Kamis (22/6/2017), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Washington menilai, pengujian terbaru dalam sebuah rangkaian uji coba mesin dan peluru kendali tahun ini, kemungkinan sebagaia bagian terkecil dari mesin roket rudal balistik antarbenua.

Pejabat AS kedua juga membenarkan adanya tes tersebut, namun tidak memberikan rincian informasi tambahan tentang jenis komponen roket yang sedang diuji atau apakah itu sesuai dengan program rudal antarbenua (Inter Continental Ballistic Missile/ICBM).

Baca: Korut Tembakkan Empat Rudal Balistik, Tiga Rudal Jatuh di ZEE

Seorang pejabat mengatakan bahwa dia yakin uji coba itu telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pengungkapan uji mesin tersebut terjadi sehari setelah AS menekan China untuk memberikan lebih banyak tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korut guna membantu mengendalikan program nuklir dan peluru kendalinya selama perundingan tingkat tinggi di Washington.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa "konflik besar" dengan Korut dimungkinkan terjadi berkenaan dengan program senjatanya.

Namun, pejabat AS mengatakan bahwa sanksi yang lebih ketat, tidak melibatkan kekuatan militer, adalah pilihan yang lebih disukai.

Diplomat tinggi China, Yang Jiechi, mengatakan pada Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih bahwa Beijing bersedia "menjalin komunikasi dan koordinasi "dengan AS dalam upaya untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, demikian Beijing, Jumat (23/6/2017).

Baca: Korut Tembakkan Rudal “Darat-ke-Kapal”, Jepang dan Korsel Siaga

Kepala Badan Intelijen Pertahanan AS mengatakan dalam kongres bulan lalu bahwa Korut, jika dibiarkan, bisa mengembangkan peluru kendali bersenjata nuklir yang mampu menjangkau AS.

Namun, para ahli mengatakan Pyongyang masih butuh bertahun tahun lagi untuk memiliki kemampuan ICBM yang andal.

Letak daratan AS berjarak sekitar 9.000 km dari Korut. ICBM memiliki rentang minimal 5.500 km, namun ada pula yang dirancang untuk menempuh jarak 10.000 km atau lebih jauh.

Setiap solusi militer terhadap krisis Korut akan menjadi "tragis dalam skala yang luar biasa", menteri pertahanan Trump, Jim Mattis, mengatakan bulan lalu.

AS tengah meningkatkan kemampuan membela diri terhadap ancaman dari Korut, tindakan uji coba pertama yang berhasil untuk menghalang peluru kendali jenis ICBM pada Mei tahun ini.

Namun uji coba pada 21 Juni, kemampuan baru yang sedang dikembangkan AS dan Jepang untuk mempertahankan diri dari peluru kendali jarak yang lebih pendek, gagal mencapai sasarannya, demikian menurut Badan Pertahanan Rudal AS.

Baca: Uni Eropa: Uji Coba Rudal Korut Ancam Perdamaian Dunia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X