Kompas.com - 18/05/2017, 15:38 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Baca: Perempuan Ini Penggal Kepala Pemerkosanya

Pelaku memenggal anak gadis tersebut di depan umum di dekat sebuah stasiun metro di Taipei, ibu kota Taiwan, tahun lalu.

Namun, pelakunya lolos dari hukuman mati di pengadilan pekan lalu.

Kasus Wang memicu perdebatan baru mengenai hukuman mati bagi pembunuh anak-anak dan ada demonstrasi menyerukan hukuman mati diberikan kepada pelaku.

Menurut keterangan media setempat, pelaku mengklaim bahwa ia telah berhalusinasi bahwa dirinya seorang kaisar China dari Provinsi Sichuan.  Ia percaya, dengan membunuh gadis itu akan membuatnya mendapatkan banyak selir untuk "meneruskan garis keturunannya".

Baca: "Trump Penggal Kepala Patung Liberty", Sampul Der Spiegel Dikritik

Jaksa menyebut kejahatan tersebut sebagai tindakan orang darah dingin dan menuntut pelaku dengan hukuman mati. Namun, pengadilan distrik memvonis Wang dengan hukuman seumur hidup di penjara karena "cacat mentalnya".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.