Kompas.com - 14/05/2017, 10:11 WIB
Saleem Abdel-Galeel. Egyptian StreetsSaleem Abdel-Galeel.
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com - Seorang ulama Mesir segera diadili karena dituduh menistakan agama dengan menyebut umat Kristen dan Yahudi sebagai kafir dan tak akan masuk ke Surga.

Salem Abdel-Galeel, yang juga mantan wakil menteri di Kementerian Agama dan Wakaf ini menyampaikan pernyataannya dalam sebuah program keagamaan yang diasuhnya di stasiun televisi Mehwar.

Abdel-Galeel juga mengkritik ulama lain yang menyebut umat Kristen dan Yahudi bukanlah kafir dan mereka juga memiliki peluang yang sama untuk diterima di Surga.

Pernyataan Abdel-Galeel itu dikecam manajemen Mehwar serta para pejabat kementerian agama dan wakaf Mesir.

Baca: Jelang Misa Paskah, Seluruh Gereja di Mesir Mendapat Pengamanan Ketat

Sejumlah orang bahkan menuding Abdel-Gamel sebagai anggota Ikhwanul Muslimin yang di masa pemerintahan Presiden Abdel Fatah al-Sisi dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Kementerian Agama dan Wakaf, tempat Abdel-Galeel pernah bekerja, adalah institusi yang mengelola ribuan masjid yang ada di Mesir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian memutuskan Abdel-Galeel dilarang berkhotbah di masjid-masjid di seluruh Mesir.

Kementerian menegaskan, izin berkhotbah akan kembali diberikan kepada Abdel-Galeel jika dia membuat permintaan maaf secara resmi.

Sebenarnya, Abdul-Galeel sudah menyampaikan permintaan maaf lewat akun Facebooknya.

"Bagi yang merasa bahwa pernyataan saya menghina umat Kristen, saya meminta maaf," kata Abdel-Galeel lewat statusnya yang diunggah pada Kamis (10/5/2017).

Namun, nampaknya pihak-pihak yang tersinggung sudah telanjur marah dan mengadukan Abdul-Galeel karena dianggap menista agama, mengancam perdamaian, dan memicu kebencian terhadap non-Muslim.

Sementara itu, Naguib Gobrail, seorang pengacara, mengatakan pengadilan akan menggelar sidang pertama pada 24 Juni untuk mendengarkan laporan terhadap ulama ini.

"Apa yang diucapkannya adalah penistaan agama dan mengancam persatuan Mesir," ujar Gobrail.

Baca: Pemerintah Mesir Ungkap Identitas Pengebom Gereja Koptik di Alexandria

Kontroversi pernyataan Abdul-Galeel ini muncul di saat muncul tekanan agar pemerintah dan berbagai institusi Islam di Mesir mengambil langkah tegas terhadap kelompok radikal.

Tekanan ini muncul setelah aksi pengeboman tiga gereja pada Desember dan April lalu yang menewaskan puluhan umat Koptik Mesir.

Umat Kriten Koptik saat ini berjumlah 10 persen dari total 92 juta penduduk Mesir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.