Tolak Le Pen, Aktivis Greenpeace Gantung Spanduk di Menara Eiffel

Kompas.com - 05/05/2017, 16:21 WIB
Spanduk besar yang digantungkan pada dua kaki menara ikonik di Kota Paris, Eiffel oleh kelompok pecinta lingkungan Greenpeace, Jumat (5/5/2017), untuk menolak Marine Le Pen sebagai Presiden Perancis.  JACQUES DEMARTHON/AFPSpanduk besar yang digantungkan pada dua kaki menara ikonik di Kota Paris, Eiffel oleh kelompok pecinta lingkungan Greenpeace, Jumat (5/5/2017), untuk menolak Marine Le Pen sebagai Presiden Perancis.
EditorGlori K. Wadrianto

PARIS, KOMPAS.com - Para aktivis pecinta lingkungan Greenpeace, Jumat (5/5/2017) menggantungkan sebuah spanduk besar bertuliskan "Liberty, Equality, Fraternity" dan "#resist"  di Menara Eiffel, Paris.

Spanduk tersebut digantungkan sebagai gerakan untuk menolak calon presiden Perancis Marine Le Pen, yang akan mengikuti putaran II pemilihan presiden pada Minggu, 7 Mei mendatang.

Aksi ini sengaja disasarkan oleh para aktivis lingkungan itu untuk memberikan peringatan kepada warga tentang ancaman jika Le Pen terpilih. 

Menurut Kepala Greenpeace Perancis Jean-Francois Julliard, aksi ini untuk melawan progran kerja Le Pen dan bahaya terhadap organisasi non pemerintah dan kelompok sejenis lain.

"Liberty, equality, fraternity: adalah hal vital untuk mempertahankan nilai-nilai yang ada, yang saat ini nyata-nyata terancam oleh Front Nasional di mana Le Pen bernaung," kata dia.

Spanduk berwarna kuning dan hitam itu digantung pada lengkungan pada dua kaki menara ikonik setinggi 324 meter yang menjadi simbol Kota Paris.

Lebih lanjut Julliard mengatakan, kelompok Greenpeace menaruh perhatian besar terhadap kebangkitan nasionalisme di seluruh dunia.

Dia lantas mencontohkan Turki dan Hungaria sebagai dua negara yang memberangus kebebasan dan hak untuk menyampaikan pendapat. 

Mempertahankan hak dasar tersebut, menurut Julliard, merupakan hal yang kritikal dalam melanjutkan perjuangan mengenai isu-isu lingkungan. 

Le Pen akan menghadapi kandidat favorit Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden dua hari mendatang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X