Kompas.com - 18/04/2017, 17:08 WIB
EditorErvan Hardoko

Mahluk ini tergolong rumpun kampang, yang anggotanya biasanya jauh lebih kecil dan tinggal di dalam kayu yang membusuk dan sekaligus sebagai makanannya.

Kampang raksasa ini unik bukan hanya untuk ukurannya, tetapi juga karena makannya di dalam lumpur dan sedimen laut, dengan menggunakan sejenis bakteri.

Baca: Spesies Langka, 7 Ekor Singa dan Harimau Putih Lahir di Polandia

Karenanya kampang ini memiliki sistem pencernaan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kampang lainnya.

Mahluk ini menciptakan sendiri cangkang tabung yang keras, terbuat dari kalsium karbonat, dengan mengeluarkan suatu zat.

Diciptakan juga topi keras untuk menutupi kepalanya, yang kembali diserap kampang raksasa itu ketika ingin tumbuh dan membenamkan diri lebih jauh ke dalam lumpur, kata peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.