Kompas.com - 17/04/2017, 14:00 WIB
Korut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.
EPAKorut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.
EditorPascal S Bin Saju

TOKYO, KOMPAS.com  - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Senin (17/4/2017), mendesak Korea Utara untuk menahan diri agar tidak melakukan tindakan provokasi lebih lanjut.

Pyongyang juga didesak untuk mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tidak meneruskan program rudal nuklirnya karena akan menimbulkan gejolak di kawasan, seperti dilaporkan Reuters.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat saat Presiden AS Donald Trump mengambil langkah keras terhadap pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, yang telah menolak peringatan Chian dan tetap melanjutkan uji rudal balistiknya.

Korut telah melakukan uji rudal balistik pada Minggu (16/4/2017) namun gagal tidak mencapai titik sasaran yang diinginkan dalam peluncuan itu.

Abe, berbicara di depan parlemen Jepang, mengatakan bahwa ia akan bertukar pandangan tentang Korut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mereka akan bertemu pada akhir April ini.

AS bersama sekutu-sekutunya dan China sedang membangun kerja sama dalam rangka untuk menanggapi uji rudal balistik terbaru Korut.

Penasihat keamanan Trump pada Minggu kemarin mengatakan, ia membutuhkan konsensus internasional untuk bertindak menanggapi Korut yang semakin keras kepala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya lagi, Dewan Keamanan Nasional Jepang gtelah membahas rencana untuk mengevakuasi sekitar 60.000 warganya dari Korsel dalam menghadapi kemungkinan ancaman Korut.

"Kami menelaah serangkaian respon dalam kasus pengungsi ke Jepang, seperti melindungi mereka, proses pendaratan, fasilitas perumahan dan manajemen mereka, dan penyaringan apakah bangsa kami harus melindungi mereka," kata Abe.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengunjungi perbatasan demiliterisasi antara Korut dan Korsel pada Senin ini dan menegaskan bahwa masa kesabaran AS dengan Pyongyang sudah usai.

Secara teknis Korut masih berperang dengan AS dan sekutunya Korsel setelah konflik pada tahun 1950-1953 dan berakhir dalam gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Kedua pihak kerap mengancam untuk saling menghancurkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X