Kompas.com - 13/04/2017, 13:45 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com – Situs nukir Korea Utara, Punggye-ri, sepertinya sedang bersiap-siap untuk melakukan uji nuklirnya yang keenam, terhitung sejak 11 tahun silam.

Jika itu benar, semakin kuat dugaan bawah Korut hendak menunjukkan pembangkangannya terhadap ancaman dan ultimatum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, demikian harian The Guardian, Kamis (13/4/2017).

Trump telah mengirim kapal induknya ke Semenanjung Korea dan mengatakan, Korut bisa menjadi target berikutnya setelah serangan 60 rudal tomahawk ke Suriah, akhir pekan lalu.

Korut bisa menjadi target serangan AS jika Pyongyang melakukan kegiatan yang dapat mengancam keamanan kawasan, yakni terus melakukan uji nuklir dan penembakan rudal balistik jarak jauhnya.

Kelompok pemantau berbasis di Amerika Serikat, yakni 38 North, mengatakan pada Kamis (13/4/2017) ini bahwa berdasarkan citra satelit terbaru, menunjukkan bahwa situs Punggye-ri, Korut sudah “prima dan siap” untuk melakukan uji coba nuklir keenam sejak tahun 2006.

“Citra satelit komersial situs uji coba nuklir Punggye-ri, Korut, sejak 12 April menunjukkan aktivitas lanjutan di sekitar Gerbang Utara, aktivitas baru itu terjadi di wilayah administrasi utama, dan beberapa personel bersiaga di sekitar lokasi Komando Pusat,” kata situs internal 38 North.

Pada Kamis (12/4/2017), wartawan asing di Korut mengatakan mereka telah diberitahu untuk bersiap menyaksikan “acara besar dan penting”.

Sekitar 200 wartawan, termasuk dari Jepang dan AS, telah berada di Pyongyang menjelang perayaan peringatan HUT ke-105 kelahiran pendiri Korut, Kim Il-sung, pada Sabtu (15/4/2017).

Sementara kapal perusak Angkatan Laut Jepang juta telah bersiap untuk bergabung dengan kapal induk AS, USS Carl Vinson akan bertemu untuk menggelar latihan bersama di perairan dekat Korut.

Latihan perang mungkin bakal menyulut kemarahan Pyongyang yang berencana akan  kembali melakukan uji rudal dan nuklir dalam waktu dekat.

Pergerakan terbaru itu terjadi saat Presiden China Xi Jinping menelpon Presiden AS yang mengharapkan agar ketengangan terjaga di kawasan.

China “berkomitmen pada tujuan denuklirisasi di Semenanjung Korea, menjaga perdamaian dan stabilitas di semenanjung, dan dukungan untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai,” kata Xi Jinping, menurut saluran resmi China, CCTV.

Seruan itu muncul setelah serangkaian kicauan Trump di Twitter yang mengharapkan China untuk lebih aktif menekan Korut agar meninggalkan program nuklirnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.