Hari Ini dalam Sejarah: Uni Soviet Akui Dalangi Pembantaian Katyn

Kompas.com - 13/04/2017, 11:00 WIB
Ribuan tentara Polandia yang ditawan pasukan Uni Soviet dalam Perang Dunia II. WikipediaRibuan tentara Polandia yang ditawan pasukan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Pada 13 April 1990, untuk pertama kalinya pemerintah Uni Soviet mengakui kejahatan perang yang dilakukan semasa Perang Dunia II.

Kejahatan perang yang diakui itu adalah pembantaian terhadap 5.000 perwira AD Polandia yang kemudian dikuburkan massal di hutan Katyn, dekat kota Smolenks, Rusia.

Pengakuan kejahatan masa lalu ini dilakukan di saat Mikhail Gorbachev menjadi pemimpin Uni Soviet yang berjanji akan membawa negara itu menjadi lebih terbuka.

Pada 1939, Polandia diserang Jerman dari arah barat dan Uni Soviet dari arah timur.

Pada musim semi 1940, ribuan perwira militer Polandia dikepung pasukan polisi rahasia Uni Soviet.

Ribuan orang ini kemudian ditahan sebelum dibawa ke hutan Katyn untuk dieksekusi dan dikuburkan secara massal di tempat itu.

Pada 1941, Jerman menginvasi Rusia dan merangsek masuk ke wilayah Polandia yang pernah diduduki pasukan Uni Soviet.

Pada saat perang semakin memburuk, pada 1943 Jerman mengumumkan telah menemukan ribuan tulang belulang di hutan Katyn.

Perwakilan pemerintah Polandia di pengasingan yang berada di London kemudian datang ke lokasi itu untuk melakukan evaluasi.

Pemerintah Polandia kemudian memastikan bahwa tentara Uni Soviet dan bukan Nazi yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Namun, perwakilan pemerintah Polandia itu dipaksa AS dan Inggris untuk sementara waktu merahasiakan temuan tersebut.

Sebab, kedua negara tersebut tak mau berisiko terlibat dalam keruwetan diplomatik dengan Uni Soviet di masa perang seperti itu.

Di saat Perang Dunia II mendekati akhir, Jerman malah menggunakan pembantaian Katyn sebagai bahan propaganda dan contoh kekejaman Tentara Merah.

Saat itu, pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin membantah propaganda Jerman itu dan menuding Nazi-lah yang berada di balik pembantaian itu.

Halaman:
Baca tentang


Sumber History
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X