Setelah 172 Tahun Dilarang, Duel Pistol Coba Dihidupkan Lagi di Oregon

Kompas.com - 10/04/2017, 08:25 WIB
Ilustrasi. Getty/IndependentIlustrasi.
EditorErvan Hardoko

PORTLAND, KOMPAS.com - Warga negara bagian Oregon, AS kemungkinan bakal kaget saat memasuki TPS dalam pemilihan negara bagian mendatang.

Sebab, para politisi Partai Republik telah mengajukan usul untuk mencabut larangan duel senjata api untuk pejabat publik yang sudah diberlakukan selama 172 tahun.

"Mereka akan memutuskan apakah cukup beradab jika dua anggota legislatif saling menembak saat muncul ketidaksepakatan di antara mereka," ujar senator Brian Boquist.

Jika proposal, yang disebut Resolusi Bersama Senat 44, yang diajukan Boquist disetujui parlemen dan senat negara bagian, maka rakyat Oregon yang akan menentukan hasil akhirnya, bukan gubernur.

Sesuai konstitusi saat ini mengatur bahwa siapa saja yang menantang duel senjata atau siapa saja yang setuju melakukannya tak diizinkan menduduki jabatan publik apapun.

Aturan ini mulai berlaku pada 1845, lebih dari empat dekade setelah wakil presiden Aaron Burr menembak mati Menteri Keuangan Alexander Hamilton karena persaingan pribadi.

Pada 1970-an para anggota legislatif gagal memperbaiki undang-undang kuno ini, termasuk soal duel senjata.

Saat ini, proposal perubahan undang-undang itu sudah memasuki tahap awal yaitu pembahasan di pemerintah negara bagian.

Selanjutnya, proposal itu harus ditangani komite kebijakan atau diserahkan kepada sebuah komite khusus setidaknya pada 18 April mendatang.

Pada 1845, undang-undang ini diproses dengan sangat cepat. Setelah diusulkan anggota komite Jessie Applegate, gubernur Oregon langsung meneken undang-undang tersebut setengah jam kemudian.  

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X