Kompas.com - 06/04/2017, 04:47 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Gedung Putih meluncurkan foto resmi pertama Ibu Negara Melania Trump. Namun foto itu segera berubah menjadi meme internet, dan para netizen membandingkannya dengan foto-foto Michelle Obama dan Hillary Clinton.

"Saya merasa terhormat untuk bertugas sebagai Ibu Negara, dan akan bekerja atas nama rakyat Amerika Serikat dalam tahun-tahun mendatang," kata Melania Trump.

Namun, apa sebenarnya makna yang terkandung di balik foto Ibu Negara AS tersebut?

Baca: Diluncurkan, Foto Resmi Melania Trump sebagai Ibu Negara

Foto-foto seperti ini penting, kata Profesor Cara A Finnegan dari Jurusan Komunikasi Universitas Illinois.

Sebab, lewat foto-foto itu bisa diketahui bagaimana orang yang berada di kekuasaan memandang diri mereka sendiri.

"Foto-foto presiden itu penting karena mereka menganggap bahwa citra tentang merupakan hal yang penting," katanya.

Ia mengatakan, foto Melania ini merupakan produk yang lebih bagus dibandingkan dengan foto resmi pertama Presiden Donald Trump.

Namun perbandingan dengan foto-foto dari era Obama akan kurang menguntungkan bagi Melania.

"Harapan kita terhadap jenis foto-foto ini cukup tinggi," katanya.

Sejauh ini peran Melania Trump, seorang mantan model, yang tinggal di New York bersama putranya yang berusia 10 tahun, Barron, kurang menonjol dibandingkan dengan para Ibu Negara sebelumnya.

Baca: Melania Trump Besarkan Anak Tanpa Bantuan Babysitter

"(Gedung Putih) melakukan apa yang dapat mereka lakukan dengan apa yang mereka miliki, bahwa Melania merupakan seorang model, yang membangun bisnis berdasarkan ketenaran serta penampilan," kata Finnegan.

"Orang-orang bisa saja mengkritiknya, tetapi bisa juga mengatakan, 'Dia ini Ibu Negara dan dia di Gedung Putih, jadi tak usah usil."

Yang banyak disorot dalam foto ini adalah sikap Melania Trump yang melipat tangannya.

"Di satu sisi itu dapat diartikan sikap defensif," kata Finnegan.

"Tapi umumnya perempuan-perempuan di tampuk kekuasaan tidak banyak menunjukkan sikap tubuh mereka terkait komunikasi kekuasaan."

Baca: Melania Trump: Setiap Wanita Itu Unik dan Berbeda

"Ketika kita berbicara tentang gambar perempuan-perempuan itu, maka membicarakan bahasa tubuh benar-benar rumit karena seringkali penafsiran kita lebih tentang diri sendiri ketimbang perempuan yang ada di foto."

Profesor Nicole Dahmen dari Sekolah Jurnalisme dan Komunikasi Universitas Oregon juga memberikan komentarnya.

Dia mengatakan, "foto resmi pertama Melania Trump mencerminkan kekayaan berlimpah dan realitas selebriti dari Gedung Putih ala Trump."

Ia yakin foto ini akan membuat pemerintahan makin lebih jauh lagi dari kebenaran dan kenyataan hidup kalangan menengah Amerika Serikat.

Banyak orang membicarakan jenis-jenis manipulasi digital yang mungkin digunakan untuk menghasilkan foto itu.

"Penggunaan airbrush yang tampak nyata di foto tersebut juga dapat dilihat sejajar dengan pemerintahan Trump yang banyak melakukan kebohongan dan 'fakta alternatif'," kata Dahmen.

"Potret itu adalah konstruksi atas realitas - bukan realitas yang sebenarnya."

Penggunaan piranti lunak dalam foto itu juga menimbulkan beberapa permasalahan bagi Finnegan.

"Sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang feminis, saya tidak tertarik dengan norma-norma kecantikan yang dikomunikasikan oleh foto-foto ini, khususnya bagi kalangan perempuan muda," katanya.

"Kecemasan tentang penggunaan teknik airbrush dan kaitan tak terelakkan dengan berita bohong -dan fotografi secara historis selalu terlibat dalam perdebatan tentang apa yang nyata dan apa yang palsu.

"Betapa pun, jika ada yang mengatakan, 'lihatlah, betapa palsunya keluarga Trump dibandingkan dengan Obama, karena foto-foto Obama begitu otentik,' di situlah saya merasa tidak nyaman."

"Karena pengambilan foto didasarkan pemilihan dan pembingkaian gambar, dan terlepas dari apakah Anda melakukan airbrush, itu bisa sangat tidak otentik."

Baca: 250.000 Orang Desak Melania Trump Pindah dari New York
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.