Kompas.com - 31/03/2017, 14:42 WIB
Presiden AS, Donald Trump, dan Ibu Negara, Melania Trump. Getty Images/The IndependentPresiden AS, Donald Trump, dan Ibu Negara, Melania Trump.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Petisi yang menuntut agar Melania Trump segera pindah ke Gedung Putih atau membayar sendiri biaya pengamanannya saat tinggal di New York sudah mendapat dukungan 250.000 tanda tangan.

Melania saat ini tinggal terpisah dari suaminya Presiden AS Donald Trump. Melania tinggal di Trump Tower hingga anak bungsunya Barron menyelesaikan sekolahnya di New York.

"Biaya pengamanan Ibu Negara dan putranya di Trump Tower mencapai 146.000 dolar (Rp 1,9 miliar) sehari yang diambil dari uang para wajib pajak," demikian isi surat dari kepolisian New York (NYPD) kepada para anggota Kongres asal New York.

Para wajib pajak AS mengeluarkan banyak uang untuk menjaga Ibu Negara di Trump Tower, New York."

"Demi meringankan beban utang nasional, pengeluaran yang tak memberi dampak positif untuk negara maka biaya ini harus dipangkas," demikian isi petisi tersebut.

Setelah mendapatkan dukungan di atas target awal yaitu 150.000 orang, petisi itu kini akan dikirimkan ke Senat, termasuk ke Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren.

Para pendukung petisi tak hanya memberikan tanda tangan mereka, tetapi juga komentar-komentar pedas soal gaya hidup mewah keluarga Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika dia (Melania) memilih tinggal terpisah dari suaminya, seharusnya wajib pajak AS tak direpotkan. Mereka mampu membiayai sendiri gaya hidupnya. Rakyat sudah menyediakan rumah yang sangat layak dan memenuhi syarat bagi semua presiden sebelumnya," kata Jodi Quesnell, dari Wyoming.

"Semua Ibu Negara selalu tinggal di Gedung Putih. Kami sudah cukup banyak membayar perjalanan golf Trump," kata Lyn Siegel, yang ikut menandatangani petisi.

Pada Februari lalu anggota Kongres dari New Yor, Carolyn Maloney mengatakan, bahwa warga kota itu tak seharusnya dipaksa membayar untuk sebuah "kewajiban negara".

"Sehingga, Kongres harus memberikan para wajib pajak ini pengembalian uang secara penuh," ujar Carolyn.

Beberapa pekan terakhir, Donald Trump dihujani kritik karena melakukan 12 kali liburan sejak menjadi presiden AS 10 pekan lalu.

Menurut analisa Politico, tiap perjalanan Donald Trump keluar dari Washington DC membebani wajib pajak sekitar 3 juta dolar atau sekitar Rp 39,9 miliar.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.