Kompas.com - 10/02/2017, 08:41 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

WELLINGTON, KOMPAS.com - Sekelompok sukarelawan membentuk rantai manusia di dalam air yang memagari areal pantai di pedalaman Selandia Baru, Jumat (10/2/2017).

Upaya itu dilakukan demi menyelamatkan sekitar 100 paus yang masih hidup, dari 400-an paus yang terdampar di sana.

Sekitar tiga per empat paus pilot yang terdampar di kawasan pantai Farewell Spit yang berada di ujung selatan negara itu, sudah mati ketika pertama kali ditemukan.

Kawasan itu diduga membingungkan bagi kawanan paus. Sebab, sebelumnya pernah terjadi kasus serupa di tempat yang sama.

Petugas dari Komunitas di Departmen Konservasi Selandia Baru, Kath Inwood menyebutkan, sekitar 300 sukarelawan terjun ke pantai itu, saat mengetahui ada temuan tersebut.

Seperti diberitakan AP,  para sukarelawan mencoba mengapungkan kembali paus-paus yang masih hidup.

Pagar manusia digunakan untuk mencegah paus-paus itu kembali ke pantai.

"Sangat menyedihkan melihat sekian banyak paus yang mati," kata Inwood said.

Perempuan itu mengatakan, para relawan sebelumnya mencoba untuk menjaga paus yang masih hidup agar tetap lembab dan sejuk, dengan menaruh selimut.

Upaya itu dilakukan sambil menunggu air pasang. Ketika air pasang datang, para relawan pun mulai membawa paus-paus itu kembali ke tengah agar mengapung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.