Kompas.com - 02/01/2017, 14:24 WIB
Presiden Joko Widodo saat melepas paket bantuan bagi warga Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Pelepasan bantuan dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (29/12/2016). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat melepas paket bantuan bagi warga Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Pelepasan bantuan dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (29/12/2016).
EditorErvan Hardoko

YANGON, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar, Senin (2/1/2017), berjanji akan menyelidiki sebuah video yang menampilkan sejumlah polisi memukuli warga sipil etnis Rohingya.

Media pemerintah Myanmar menyebut kekerasan itu terjadi pada 5 November tahun lalu di desa Kotankauk, wilayah utara negeri itu.

Dalam video itu terlihat sejumlah personel kepolisian menghajar seorang remaja laki-laki yang berjalan menuju puluhan warga desa yang dibariskan dalam posisi duduk di sebuah tanah lapang.

Masih dalam video yang sama, tiga orang polisi menghajar seorang warga desa yang terduduk dengan tangan di belakang kepala dengan menggunakan tongkat kayu.

Video itu direkam dengan gaya "selfie" oleh seorang petugas bernama Zaw Myo Htike.
Menurut media setempat, Zaw merekam aksi itu saat sedang melakukan "operasi pembersihan" di desa Kotankauk.

Seorang aktivis Rohingya yang dihubungi AFP mengatakan, video itu sudah dikonfirmasi kepada seorang pengungsi bernama Shilkhali.

Dan, Shilkali membenarkan kejadian yang terekam di dalam video tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, belasan video yang memperlihatkan aparat keamanan Myanmar melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya sudah muncul di tengah masyarakat.

Namun, inilah pernyataan resmi pertama pemerintah Myanmar yang menyatakan akan menyelidiki aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Puluhan ribu warga etnis Rohingya memilih meninggalkan kampung mereka ketika operasi militer digelar di negara bagian Rakhine setelah terjadi serangan terhadap pos polisi di perbatasan.

Sementara itu, pemerintah Banglades mengatakan, sedikitnya 50.000 orang etnis Rohingya melitasi perbatasan negeri itu dalam dua bulan terakhir.

Sebagian besar pengungsi itu membawa kisah mengerikan yang menimpa mereka mulai dari pemerkosaan, pembumihangusan kampung hingga pembunuhan yang dilakukan aparat keamanan Myanmar.

Kisah-kisah para pengungsi ini memicu keprihatinan global dan menghasilkan kecaman terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Penerima Nobel perdamaian itu dianggap tak melakukan cukup upaya demi menghentikan kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.