AS Usir 35 Diplomat Rusia Terkait Tuduhan Peretasan

Kompas.com - 30/12/2016, 07:49 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertemu dalam tatapan dingin di ajang konferensi tingkat tinggi G20 di Hangzhou, China, Senin (5/9/2016). via TELEGRAPH.CO.UKPresiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertemu dalam tatapan dingin di ajang konferensi tingkat tinggi G20 di Hangzhou, China, Senin (5/9/2016).
EditorBayu Galih

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia sebagai balasan atas tindakan menakut-nakuti terhadap para pejabat Amerika di Moskwa dan operasi maya dalam pemilihan presiden Amerika.

Presiden Obama menyebut pengusiran ini sebagai balasan yang tepat dan perlu atas usaha-usaha untuk mengganggu kepentingan Amerika.

Moskwa membantah semua tudingan Amerika. Seorang juru bicara Pemerintah Rusia mengatakan, sanksi yang diterapkan Amerika itu tidak sesuai dengan hukum.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/12), Presiden Obama mengatakan "semua warga Amerika seharusnya merasa khawatir atas tindakan-tindakan Rusia".

Sebagaimana diumumkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika, 35 diplomat Rusia yang bekerja di Kedutaan Besar di Washington DC dan Konsulat Jenderal di San Francisco dinyatakan sebagai "persona non grata" atau orang-orang yang tidak diinginkan.

Mereka bersama keluarga mereka diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Dua kompleks Rusia di Maryland dan New York, yang disebut para pejabat Amerika sebagai tempat pengumpulan informasi intelijen, juga ditutup.

 

Ditambahkan oleh Obama bahwa tindakan balasan lain akan ditempuh, tidak semuanya diumumkan.

(Baca juga: Obama: AS Akan Balas Aksi Peretasan yang Dilakukan Rusia)

Presiden yang masa jabatannya hampir habis itu juga mengumumkan Amerika akan membuka informasi teknis yang berkaitan dengan peretasan Rusia.

Tujuannya, menurut Obama, adalah untuk membantu pihak-pihak berwenang di Amerika serta di negara-negara lain dalam mengindentifikasi, melacak dan kemudian menggagalkan kampanye global Rusia dalam aktivitas maya yang jahat.

Sebelumnya, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menampik kemungkinan negaranya akan melakukan balasan atas dugaan Rusia mencampuri pemilihan presiden yang dimenangkan olehnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X