Rusia Tak Akan Cabut Kebijakan Terkait Konflik di Suriah

Kompas.com - 21/12/2016, 17:44 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin saat memberikan keterangan pers di kediaman rumah Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (21/12/2016). Mikhail Galuzin memberikan penjelasan tentang situasi yang terjadi di Allepo, Syria serta penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey G Karlov dan demonstrasi yang terjadi di depan Kedutaan Besar Rusia. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGDuta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin saat memberikan keterangan pers di kediaman rumah Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (21/12/2016). Mikhail Galuzin memberikan penjelasan tentang situasi yang terjadi di Allepo, Syria serta penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey G Karlov dan demonstrasi yang terjadi di depan Kedutaan Besar Rusia.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galluzin, menegaskan bahwa Pemerintah Rusia akan tetap melanjutkan upaya memerangi kelompok oposisi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Aleppo Timur.

Galluzin menuturkan, Rusia tidak akan mundur sedikit pun pasca-penembakan yang menewaskan Duta Besar Rusia Andrei Karlov di Ankara, Turki, pada Senin (19/12/2016).

Dia menyebut, penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris yang tidak ingin Rusia campur tangan dalam memberantas terorisme di Aleppo Timur, Suriah.

"Saya tegaskan peristiwa penembakan Andrei tidak akan menghentikan upaya Rusia untuk memerangi terorisme di Suriah dan negara lain," ujar Galluzin saat memberikan keterangan di Wisma Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

"Kami akan tetap melanjutkan kebijakan luar negeri kami. Kami akan tetap melanjutkan kebijakan luar negeri kami," kata dia.

Galluzin menyebut, kelompok teroris di Suriah ingin menggagalkan upaya Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mengonsolidasikan pemberantasan terorisme antarnegara.

Dia menuturkan, saat berbicara di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa awal Desember lalu, Putin ingin menciptakan koalisi global antiterorisme di seluruh dunia, termasuk di Suriah.

Menurut Galluzin, terorisme sudah menjadi ancaman nyata di setiap negara dan tidak akan bisa diselesaikan jika dilakukan tanpa kerja sama.

"Kematian Andrei akan menstimulasi kami dalam melawan terorisme dan mengajak seluruh negara berkonsolidasi melawan terorisme secara kolektif di Suriah. Hanya dengan bersatu kita bisa memberantas terorisme internasional," ucapnya.

(Baca: Dubes Rusia Andrei Karlov Ditembak Mati di Ankara, Moskwa Bersuara)

Selain itu, Galluzin juga memastikan penembakan Andrei Karlov terkait dengan upaya Rusia memerangi kelompok teroris di Aleppo Timur.

Selama ini, kata Galluzin, Andrei sangat berperan dalam mempererat konsolidasi antara Rusia, Turki, dan Suriah untuk memerangi kelompok teroris di Aleppo Timur.

Selain itu, dia juga menyebut pembunuhan Andrei sebagai upaya untuk merusak hubungan bilateral Rusia dengan Turki. Rusia bersama Iran adalah pendukung kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menekan kelompok oposisi yang sebelumnya menguasai Aleppo Timur.

Konflik di Suriah memanas lagi dalam beberapa hari terakhir setelah Assad mengambil alih kembali Aleppo Timur dari penguasaan kelompok oposisi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X