Obama Minta Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS Diselidiki

Kompas.com - 10/12/2016, 11:18 WIB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara tentang perlawanan terhadap terorisme global di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida, Rabu WIB (7/12/2016).  MANDEL NGAN / AFPPresiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara tentang perlawanan terhadap terorisme global di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida, Rabu WIB (7/12/2016).
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama memerintahkan evaluasi menyeluruh terkait dugaan peretasan dalam proses pemilihan presiden yang baru saja berlalu.

Pernyataan ini disampaikan Gedung Putih, Jumat (9/12/2016), di tengah meningkatnya kekhawatiran akan intervensi Rusia dalam Pilpres AS.

Wakil sekretaris pers Gedung Putih, Eric Schultz, mengatakan, Obama memerintahkan hal tersebut pada awal pekan ini.

"Kami berkomitmen untuk memastikan integritas pemilihan presiden negara ini," kata Schutz.

"Kami akan mencari pola aktivitas siber jahat di masa pilpres, memperkuat kemampuan defensif kami, dan mengambil pelajaran untuk laporan kami kepada kongres dan para stakeholders," kata Schultz.

Presiden Obama, lanjut Schultz, menginginkan laporan lengkap sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari mendatang.

"Kami akan membeberkan masalah ini seterbuka mungkin ke publik. Ini adalah prioritas utama Presiden," kata Schultz.

Langkah ini diambil setelah para anggota kongres dari Partai Demokrat menekan Gedung Putih untuk membeberkan rincian dugaan peretasan yang dilakukan Rusia selama proses pemilu.

Langkah ini juga diambil setelah presiden terpilih Donald Trump menolak temuan komunitas intelijen terkait keterlibatan Rusia.

Salah satu dugaan keterlibatan Rusia adalah bocornya surat elektronik dari komite nasional Demokrat dan John Podesta, penasihat Hillary Clinton.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X